“Dipersembahkan demi Kebahagiaan” Renungan, Kamis, 2 Februari 2023.

0
2365

Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah (P)

BcE Mal. 3:1-4 atau Ibr 2:14-18; Mzm 24:7.8.9.10; Luk 2:22-40 (panjang) atau Luk 2:22-32 (Singkat).

Dalam kehidupan, setiap orang tentu berusaha untuk mengejar kebahagiaan bagi hidup mereka. Ada banyak hal yang dapat menjadi sumber kebahagiaan, baik bahagia secara material maupun secara psikologis. Kebahagiaan bisa kita dapatkan karena diri kita sendiri, maupun karena orang lain yang memberikannya kepada kita. Kebahagiaan juga dapat mewarnai diri kita sendiri maupun orang lain yang ada di sekitar kita. Pada hari ini kita juga bahagia karena Yesus sang Mesias, dipersembahkan kepada Tuhan.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan Yesus yang di persembahkan oleh Maria dan Yusuf di Bait Allah. Makna dari peristiwa ini hendak menyatakan bahwa Yesus yang lahir sebagai manusia itu dikuduskan sebagai Anak Allah, dan kemuliaan Allah itu mulai terpancar dalam kehidupan-Nya. Supaya semua mata dapat memandang Allah dan kemuliaan-Nya dalam diri Yesus. Peristiwa Yesus dipersembahkan ini sesuai dengan kebiasaan menurut hukum Taurat bahwa “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.” Kebiasaan ini menggambarkan keyakinan orang Israel bahwa setiap anak sulung itu adalah milik Allah dan harus dipersembahkan kepada-Nya.

Lalu bagi kita sendiri apa artinya peristiwa ini? peristiwa Yesus dipersembahkan ini merupakan bukti dan tanda bahwa kita akan diselamatkan, supaya kebahagiaan terpancar bagi diri kita. Hal itu terungkap dalam hidup Simeon yang mengalami kebahagiaan ketika bertemu dengan Yesus, sebab ia bisa kembali kepada Bapa dalam kematian. Bacaan pertama, mengungkapkan bahwa Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke Bait Allah. Juga kebahagiaan bagi Hana seorang janda yang ketika bertemu dengan Yesus, ia kemudian memberitakan tentang Ia yang datang untuk melepaskan orang dari kebinasaan. Kisah mereka ini mengungkapkan bahwa kebahagiaan itu tidak saja dirasakan oleh Yesus, Maria dan Yusuf tetapi juga semua orang.

Kisah Yesus yang kita rayakan hari ini, menghantar kita pada suatu permenungan bahwa ketika kita mendapatkan suatu anugerah dalam kehidupan, berusahalah untuk mensyukurinya dan mempersembahkan semuanya itu pada Tuhan. Persembahan itu akan menghantar kita pada kebahagiaan jika kita sendiri datang kepada Tuhan dan bersatu dengan Dia dalam Bait Sucinya.

Fr. Romaldo Fangohoi

“Seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah” (Luk. 22:23)

 

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Yesus, ajarkanlah kami untuk selalu mampu berserah kepada-Mu sebagai suatu persembahan iman yang kami lakukan demi keluhuran nama-Mu dan kebahagiaan hidup abadi kami. Amin.

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini