”Kuasa yang Menyelamatkan”, Renungan: Senin, 30 Januari 2023

0
1631

Hari Biasa (H).

BcE Ibr. 11:32-40; Mzm 31:20,21,22,23,24; Mrk. 5:1-20

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, pada hari ini kita kembali diperdengarkan dengan firman Tuhan yang sangat bagus untuk menjadi bahan renungan kita sebagai manusia yang percaya kepadaNya. Dalam injil yang kita dengarkan dan baca pada hari ini berbicara mengenai Yesus yang dengan kuasaNya mengusir roh jahat dari seorang pemuda yang berasal dari Gerasa. Kuasa Yesus yang sangat dahsyat itu telah menyelamatkan satu nyawa dan telah membawa kembali pemuda yang kerasukan itu kepada dunia yang semestinya. Sebab jika bukan melalui kuasa Yesus yang mampu untuk mengusir setan dari tubuh pemuda itu maka sangatlah mungkin bahwa pemuda itu berada dalam kuasa kegelapan dan menjadi budak setan.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Melalui Injil hari ini juga, kita mendapat pencerahan bahwa ketika kita dalam kesusahan dan dalam kesulitan hidup, kita diajak untuk senantiasa mengingat Tuhan. Tuhan senantiasa akan membantu kita apabila kita datang kepadaNya dengan hati dan iman yang sungguh-sungguh tulus. Kesembuhan dan keselamatan yang diterima oleh pemuda yang kerasukan roh jahat dalam injil yang kita dengarkan, membuat kita sadar bahwa Yesus akan senantiasa membantu kita jikalau kita membutuhkan bantuanNya. Kita tidak akan dibiarkan Tuhan begitu saja berada dalam kuasa kegelapan dan menjadi budak setan.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. kita dapat melihat bagaimana keilahian dan kekuasaan dan identitas Yesus sebagai Anak Allah begitu besar dan sungguh-sungguh nyata. Hal ini dapat kita lihat ketika roh jahat yang merasuki pemuda itu berkat; Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!!” (Mrk 5:7) perkataan iblis hendak membuktikan kepada kita bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh anak Allah yang Mahatinggi. Iblis saja mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah, lantas bagaimana dengan kita sebagai pengikut-Nya yang percaya kepadaNya apakah kita sugguh-sungguh mempercayai bahwa Yesus adalah Anak Allah? Apakah kita sanggup untuk mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah? itu semua kembali kepada kita dan bagaimana kita menempatkkan iman kita kepada Yesus.

Oleh sebab itu, kita perlu mengimani Yesus secara tulus dan benar. Tidak ada kepalsuan yang ada di dalam diri kita yang membuat kita terjerumus ke dalam kegelapan dan menjadi budak dari roh-roh jahat. Kita perlu menjadikan Yesus sebagai satu-satuNya Juruselamat yang akan membawa kita kepada keselmatan dan kepada kehidupan yang kekal. Jangan biarkan kita dikuasai oleh si jahat tetapi baiklah kita berlari kepada Tuhan ketika kita mengalami macam-macam pergumulan dan tantangan yang berat dalam hidup ini.

(Fr. Edward Adelbert Mere)

”Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku.” (Mrk 5:7)

Marilah berdoa:

Allah yang Mahakuasa jangan biarkan kami terpisah dari padaMu. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini