Yes. 7:10-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk.1:26-38.
Tema-tema reflektif pada hari-hari terakhir di masa adven ini berbicara tentang tanda-tanda kedatangan Tuhan Sang Juruselamat. Momentum kedatangan Tuhan merupakan penantian yang cukup lama dari bangsa Israel. Pada masa Adven ini umat beriman dengan penuh iman menantikan kedatangan Tuhan. Bacaan-bacaan kitab suci mengingatkan kita bahwa hari kedatangan Tuhan semakin dekat. Ada rupa-rupa cara dan persiapan yang telah kita lakukan untuk menyiapkan diri menyambut Sang Juruselamat. Persiapan-persiapan seperti membuat kue natal, memasak berbagai macam makanan, membeli baju-baju yang bagus, dan lain-lain. Namun, pertanyaan yang penting bagi kita yaitu apakah persiapan-persiapan di atas sudah cukup untuk menyambut kedatangan Yesus?
Bacaan Injil pada hari ini menampilkan sosok Bunda Maria sebagai sosok yang penting dalam perjalanan kehidupan Yesus. Ia berani untuk menerima tugas mulia dari Allah walaupun secara eskplisit bunda Maria tidak mengetahui konsekuensi dari tugas yang ia terima. Meskipun demikian, Bunda Maria menyimpan segala perkara di dalam hatinya sembari menyiapkan diri menyambut kehadiran Tuhan di dalam kehidupannya.
Menjadikan Bunda Maria sebagai teladan dalam perjalanan iman kita merupakan salah satu hal yang mampu membaharui semangat hidup doa dan tapa kita. Meskipun Bunda Maria adalah seorang wanita muda yang belum mengetahui apa-apa, namun ia siap untuk menerima tugas dari Allah. Ia menjalankan rencana Allah dengan penuh iman untuk menyambut kedatangan Tuhan melalui dirinya. Dalam iman dan kepasrahannya, Bunda Maria menyerahkan seluruh hidup dan masa depannya di dalam rencana Allah untuk kebaikan dunia. Ia menunjukkan suatu persiapan batin yang utuh dengan melalui fiatnya.
Teladan Bunda Maria di atas boleh menjadi panduan spiritual bagi kita yang segera akan menyambut kelahiran Yesus di dunia. Persiapan batin yang menjadi pandangan utama Maria membuat ia tidak memperhatikan hal-hal eksternal di sekelilingnya. Maria menunjukkan bahwa persiapan batin merupakan persiapan yang paling esensial dalam menyambut kedatangan Yesus. Persiapan batin sederhana yang dapat kita tempuh ialah dengan berdamai dengan sesama dan mengakukan dosa kita di hadapan imam. Dengan demikian, kita dapat dilahirkan secara baru bersama dengan Dia dan layak untuk menyambut kedatangan-Nya.
(Lentera Jiwa)
“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu” (Luk. 1:38).
Marilah berdoa:
Allah yang penuh belas kasih, ajarlah aku untuk dapat mempersiapkan batinku untuk menyambut kelahiran Kristus ke dunia. Amin.











