“Pelayanan Tanpa Batas”: Renungan, Jumat 16 September 2022

0
1398

Pw. S. Kornelius, Paus dan S. Siprianus, Uskup dan Martir (M)

1Kor. 15:12-20; Mzm. 17:1,6-7,8b,15; Luk. 8:1-3;

Pada hari ini Gereja secara universal memperingati St. Kornelius, Paus dan St. Siprianus, Uskup dan Martir. St. Kornelius dipilih menjadi Paus pada tahun 251 menggantikan Paus St. Fabianus. Ia merupakan sosok yang berani meskipun pelayanannya membahayakan jiwanya. Sedangkan St. Siprianus adalah orang yang sering mengirimi surat kepada Paus Kornelius untuk memberikan semangat dan sokongan. Ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 249 dan menghidupi semangat Paus St. Kornelius. Kedua Santo ini mengingatkan kita akan pentingnya persatuan Gereja.

Bacaan Injil Hari ini mengisahkan tentang perempuan-perempuan yang melayani Yesus dengan kekayaan mereka. Mereka adalah Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana Istri Khuza bendahara Herodes, Susana dan perempuan-perempuan lain. Kekayaan tidak selalu berbicara tentang harta ataupun uang melainkan dapat berarti potensi atau kemampuan dari perempuan-perempuan itu untuk melayani Yesus beserta rombangan-Nya.

Saudara-saudari, melalui bacaan ini, Yesus mau mengingatkan kita untuk senantiasa melayani dengan sepenuh hati. Kadang kita hanya terbatas pada kata-kata saja dengan mengatakan bahwa kita harus menjadi pelayan Tuhan, kapan dan di manapun kita diutus; kita harus siap. Tapi nyatanya tidak semudah itu. Bahkan kita masih memikirkan betapa menderitanya dan kurang terjaminnya hidup kita, jika kita diutus di daerah terpencil. Yesus sendiri mengatakan bahwa barangsiapa menjadi pengikut-Nya ia harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti-Nya.

Pada hari ini, Yesus memberi kita dua teladan untuk menjadi pelayan yang sungguh-sungguh, yaitu; St. Kornelius dan St. Siprianus, yang kita peringati hari ini. Mereka dengan penuh semangat mewartakan kabar sukacita di masa pemerintahan kaisar Decius dan Valerianus. Perempuan-perempuan dalam bacaan Injil juga melayani Yesus dan rombanganNya bukan pertama-tama dengan harta, melainkan dengan ketulusan. Sebab mereka mengeluarkan semua kemampuan dan potensi mereka untuk melayani.

Oleh karena itu, kita sebagai pengikut Kristus hendaknya memiliki semangat melayani dengan sepenuh hati tanpa harus memperhitungkan segala hal yang terjadi pada diri kita. Jangan pernah putus asa untuk selalu mewartakan kabar sukacita bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati dan manjadi Penyelamat kita.

(Fr. Weldy Stevan Lelung)

Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal”  (Luk. 15:20).

 Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah aku untuk melayani-Mu dengan sepenuh hati. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini