“Berlombalah Untuk Keselamatan”: Renungan, Jumat 9 September 2022

0
1203

Hari Biasa (H)

BcE 1Kor. 9: 16-19, 22b-27; Mzr. 84,3,4,5-6,12; Luk. 6:39-42

Pada sebuah pertandingan sepak bola, setiap tim akan menampilkan kekompakan, kematangan taktik, dan kejeniusan pelatih mereka dalam membentuk formasi untuk bertahan dan menyerang. Para pemain pun aktif dalam menyerang dan dalam penguasaan bola. Kedua kubu berlomba siapa yang terbaik di antara mereka. Kedua kubu memikul tanggung jawab yang sama yaitu untuk menang. Namun pemenang sejati akan ditentukan dari tim yang berhasil mencetak gol lebih banyak ke gawang lawan.

Tuhan telah menetapkan peran untuk kita masing-masing. Kita semua berlomba-lomba untuk mencapai tujuan tertentu. Berbagai cara kita lakukan agar dapat mencapai tujuan itu. Bacaan pertama mengisahkan mengenai hak dan kewajiban para rasul, di mana mereka berlomba-lomba untuk melaksanakan kewajiban mereka yaitu memberitakan Injil. Para rasul berlomba-lomba untuk mewartakan Injil, itu merupakan sebuah kewajiban bagi para pengikut Yesus. Yesus menginginkan agar para murid turut ambil bagian dalam perlombaan mewartakan Injil supaya memperoleh mahkota yang abadi. Tentu saja bukan hal yang mudah bagi para rasul untuk memberitakan Injil, karena mereka melakukan hal itu bukan atas kemauan diri sendiri melainkan atas kehendak Bapa di surga sehingga upah yang mereka dapatkan bukan berupa materi yang dapat binasa melainkan upah dari Bapa di Surga.

Bacaan Injil menjelaskan tentang cara menghakimi yang benar. Bagaimana mungkin orang yang bersalah dapat menghakimi orang yang bersalah karena jika demikian keduanya akan jatuh dalam jurang malapetaka. Zaman modern ini banyak sekali kita mencari-cari kesalahan orang lain, kita melakukan berbagai macam cara agar dapat menghakimi mereka. Kita terkadang melihat selumbar di mata saudara kita padahal balok di mata kita sendiri tidak kita ketahui. Yesus mau mengajarkan kita bagaimana kita harus menghakimi orang lain secara benar. Jika kita mau menghakimi orang lain hendaklah kita mengeluarkan dahulu balok di mata kita agar kita dapat melihat dengan jelas supaya dapat mengeluarkan selumbar di mata saudara kita.

Janganlah kita menghakimi orang lain jika diri kita sendiri bersalah. Itu merupakan ungkapan yang pantas untuk kita semua karena kita telah dibutakan oleh keegoisan diri sehingga kita selalu mencari kesalahan orang untuk menutupi kesalahan kita sendiri. Yesus mengajak kita supaya kita mencari kesalahan kita agar dapat memperbaiki diri dan tumbuh dalam iman dan supaya kita semua menjadi pewarta sabda dari Allah untuk keselamatan dunia.

(Sdr. Wensislaus Nowinrian)

 

“Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?” (Luk. 6:39).

 

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, jadikanlah aku orang yang bijaksana dalam mengambil keputusan agar tidak merugikan siapa pun. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini