“Warta Keselamatan Allah”: Renungan, Jumat 26 Agustus 2022

0
1584

Hari Biasa (H)

1Kor. 1:17-25; Mzm. 33:1-2,4-5,10ab,11; Mat. 25:1-13

Bacaan pertama pada hari ini memberi penegasan yang jelas bagi kita agar kehidupan kita selalu disertai dengan pewartaan tentang Kristus yang wafat di salib. Sebab Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah dan kita pun telah diselamatkan melalui salib. Mzm 33:1 pun mengatakan: “Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam Tuhan! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur”. Sebab itu kita perlu untuk hidup benar dan jujur di hadapan Allah. Karena dengan demikian, kita dapat mewartakan Kristus melalui tindakan dan pola pikir kita. Dalam bacaan Injil Matius ingin mengingatkan kita agar selalu berjaga-jaga dalam menantikan kedatangan Allah.

Sebagai orang yang diselamatkan melalui salib, kita harus membangun hidup yang benar dan jujur di hadapan Allah. Dan yang terutama adalah rasa takut akan Allah. Melalui rasa takut akan Allah, maka kita dibantu dan diarahkan untuk hidup benar dan jujur di hadapan Allah.

Tidaklah mudah bagi kita untuk menjaga kesetiaan dan ketakwaan kepada Allah di tengah kenikmatan dunia sekarang ini. Akan tetapi sebagai orang yang percaya akan akhir zaman, kita perlu berjaga-jaga. Janganlah kita membiarkan diri kita menyerupai para gadis bodoh yang tidak menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan mempelai. Namun sekiranya kita berlaku bijaksana seperti para gadis bijaksana yang menyiapkan diri mereka untuk menyambut kedatangan mempelai.

Kedatangan akhir zaman layaknya seorang pencuri. Kita tidak tahu akan kedatangannya, namun satu hal yang dapat kita ketahui dari kedatangan sang pencuri adalah kita mendapat kerugian apabila ia berhasil mencuri sesuatu dari kita. Nah, untuk menghindari hal itu, kita perlu mempersiapkan diri sebelum kedatangan pencuri. Begitu pun dengan akhir zaman, kita sebagai orang yang percaya perlu menyiapkan diri kita semasa hidup kita. Agar pada saat datangnya penghakiman terakhir, kita siap untuk dihakimi.

Oleh karena itu, kita perlu bersatu bersama Kristus dalam setiap perbuatan, pola pikir, maupun perkataan kita setiap hari. Karena dengan demikian, kita akan diarahkan pada kehidupan yang benar dan jujur dihadapan Allah. Selain itu, secara langsung kita berpartisipasi mewartakan warta keselamatan yang datang dari Allah melalui Kristus yang wafat di salib.

(Fr. Givilier Tethool)

“Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk mewartakan Injil” (1Kor. 1: 17a).

Marilah berdoa:

Ya Allah, kuatkanlah kami dalam mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya Kerajaan-Mu bagi kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini