“Orang Muda yang Kaya”: Renungan, Senin 15 Agustus 2022

0
5898

Hari Biasa (H)

Yeh. 24:15-24; MT Ul. 32:18-19,20,21; Mat. 19:16-22.

Injil hari ini menggambarkan tentang seorang pemuda yang datang kepada Yesus dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Nah, pertanyaan yang diajukan oleh orang muda yang kaya kepada Yesus sangat sederhana bagi orang yang percaya kepada Tuhan. Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”

Dialog antara Yesus dan orang muda yang kaya, menjadi suatu teguran yang dapat mengubah segala tingkah laku manusia dalam kehidupan manusia setiap hari. Seorang anak muda yang kaya raya, mau datang kepada Yesus dengan senang hati sehingga anak muda tersebut mau mengajarkan kepada seluruh umat beriman, agar jangan pernah kita lupa untuk mengucap syukur kepada Tuhan, dengan apa yang kita miliki dalam kehidupan kita setiap hari.

Teguran yang dimaksudkan dalam Injil Matius, “turutilah segala perintah Allah dan juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga dan kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku”. Mengapa orang muda yang kaya tergesa-gesa, bertanya kepada Yesus perbuatan baik apa yang harus ia lakukan. Sikap orang muda yang kaya, mau menunjukkan suatu sikap pertobatan kepada Tuhan, agar orang muda yang kaya layak masuk surga.

Pesan yang digambarkan dalam Injil Matius tentang orang muda yang kaya, dapat memberikan suatu perubahan diri manusia untuk bertobat dan melakukan segala perintah Tuhan dengan baik dan bijaksana. Maka orang muda memberikan suatu tanda kepada semua orang beriman, bahwa perintah Tuhan sangat bermakna bagi kehidupan manusia untuk selama-lamanya. Bermakna dalam suatu tindakan nyata melalui kehidupan manusia setiap hari, sikap saling menghormati dan mengasihi menunjukkan bahwa manusia taat kepada perintah Tuhan.

Jika kita melakukan perbuatan baik kepada orang lain, janganlah kita menerima imbalan dari orang tersebut dan juga janganlah kita hitung-hitung segala sesuatu yang telah kita berikan kepada orang lain. Sebab perintah Tuhan telah mengajarkan kepada kita, kasihanilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

(Fr. Emanuel Gani)

Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah” (Mat. 17:19).

Marilah berdoa:

Tuhan, ajarilah aku untuk menjadi orang yang mengasihi sesama manusia seperti diriku sendiri. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini