“Roh Allah beserta Kita”: Renungan, Jumat 08 Juli 2022

0
1317

Hari Biasa (H)

Hos. 14:2-10; Mzm. 51:3-4,8-9,12-13,14,17; Mat. 10:16-23.

Perutusan dan pelayanan untuk mewartakan Kerajaan Allah adalah dua hal yang tidak dapat dilepas-pisahkan dari kehidupan seorang calon imam, imam, dan tentunya juga umat awam. Ketika menerima rahmat perutusan dan pelayanan dari Allah untuk menjadi pewarta kabar sukacita, kita harus secara tulus melakukan perutusan dan pelayanan itu kepada siapa saja. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam perutusan dan pelayanan itu tentu ada persoalan dan permasalahan yang harus dihadapi. Tetapi jika perutusan dan pelayanan itu mampu dihadapi dan berhasil dilaksanakan, maka akan ada berkat melimpah yang diberikan oleh Allah.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang para rasul yang diutus Yesus untuk pergi memberitakan Kerajaan Allah, tetapi sebelum kepergian dari para rasul, Yesus memberikan pesan kepada mereka semua tentang segala sesuatu yang akan terjadi pada mereka. Dan Yesus mengatakan bahwa, “janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semua itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

Perkataan dari Yesus ini, sebenarnya menjadi pesan yang paling penting dari semua pesan yang diberikan oleh-Nya, sebab Yesus sendiri menghendaki agar para rasul jangan takut akan segala cobaan dan persoalan yang akan menimpa mereka dalam perutusan. Para rasul harus tetap percaya dan berpegang teguh, karena perutusan dan pelayanan yang mereka lakukan akan selalu dinaungi oleh Roh Allah, sehingga perkataan dan tindakan yang mereka lakukan mencerminkan perbuatan Allah untuk menyelamatkan umat yang dikasihi-Nya.

Dalam hidup, kita sebagai umat awam dan tentunya juga calon imam maupun imam, harus sungguh-sungguh percaya bahwa ketika mendapat tugas perutusan dan pelayanan, Allah akan selalu beserta kita. Kita pertama-tama harus percaya bahwa tindakan dan perbuatan yang kita lakukan sebagai pewarta kabar sukacita, selalu dan senantiasa dinaungi oleh Roh Allah.

Allah selalu menjadi penolong yang menggerakan kita untuk jangan takut terhadap resiko-resiko yang akan terjadi kedepannya, sebab Roh Allah itu akan menjadi seperti pohon sanobar yang menghijau permai dan dari pada-Nya kita akan mendapat buah. Dengan demikian, melalui Roh Allah kita akan semakin mampu untuk menjadi pewarta yang selalu membagi kabar sukacita Kerajaan Allah, kepada siapa saja yang kita temui setiap hari.

(Fr. Yeremias Tawurutubun)

“Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.” (Matius 10:20)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bimbinglah kami selalu dengan Roh-Mu agar kami berani bersaksi tentang Engkau. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini