“Pemimpin yang Benar”: Renungan, Rabu 22 Juni 2022

0
1057

Hari Biasa (H).

BcE 2Raj. 22:8-13; 23:1-3; Mzm. 119:33,34,35,37,40; Mat. 7:15-20.

Seorang pemimpin mempunyai kuasa atas orang-orang yang dipimpinnya. Selain kuasa, ia juga harus bertanggung jawab agar orang-orang yang dipimpinnya dapat mencapai kebahagiaan, kesuksesan dan keselamatan. Untuk itu, seorang pemimpin harus mempunyai jiwa pengorbanan yang besar. Dia harus berkorban bagi dirinya sendiri dan juga bagi orang lain yang dipimpinnya. Tetapi, hal ini tidak diinginkan oleh kebanyakan orang yang menjadi pemimpin. Hanya sedikit saja yang mau berkorban dan menderita demi orang lain. Pada akhirnya, pemimpin pun menjadi penyesat yang menghantar orang-orang pada kesalahan, kesesatan dan kehancuran.

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk berefleksi sejenak dan melihat bagaimanakah menjadi seorang pemimpin. Bacaan pertama mengisahkan seorang raja atau pemimpin yang bijaksana, yang dapat menghantar orang pada kebenaran dan keselamatan, yaitu raja Yosia. Penemuan Kitab Taurat yang hilang, menghantarkan raja Yosia pada suatu prinsip untuk bertobat dan berbalik kepada Tuhan seperti isi hukum itu sendiri. pembaharuan pun dilakukannya, bahkan Kitab Taurat itu pun dibacakan agar didengar oleh seluruh rakyat. Hal ini pun seperti perintah Musa waktu di padang gurun. Bacaan Injil pun memberikan kesaksian agar kita menjadi pemimpin yang baik dan tidak menyesatkan banyak orang. Bahkan lebih lanjut lagi Yesus menegaskan agar kita tidak mudah terjebak dalam perkataan para penyesat. Yesus pun menegaskan agar kita dapat membedakan antara pemimpin yang baik dan jahat. Pada akhirnya, model pemimpin yang baik, yang dapat menghantarkan kita pada kebahagiaan, kesuksesan dan keselamatan, yang dapat dilihat dalam diri Yesus Kristus. Dialah sosok pemimpin sejati, guru utama dan nabi yang mengajarkan kebenaran dari Allah sendiri.

Menjadi pemimpin sebenarnya sangat mudah. Ikutilah dan contohlah Yesus sebagai model pemimpin yang baik dan benar, yang dapat menghantarkan orang kepada kebenaran. Seorang pemimpin haruslah memiliki jiwa pengorbanan yang besar. Selain itu, ia harus mempunyai totalitas penuh dalam melayani rakyatnya. Ia harus berkurban bagi kepentingan banyak orang, bahkan ia harus menjadi kurban bagi kepentingan banyak orang. Seorang pemimpin juga haruslah mengajarkan kebenaran kepada rakyatnya. Janganlah ia menyesatkan rakyatnya sehingga secara perlahan-lahan mencapai kehancuran, karena pemimpin yang jahat dan tidak benar pasti akan melakukan hal-hal yang jahat dan tidak benar. Seperti kata Yesus dalam bacaan Injil: “… setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.”

Teman-teman, dalam kehidupan kita sering kali menjadi pemimpin yang tidak bijaksana. Sering kita tidak menyadari kriteria-kriteria tersebut sehingga kita menjadi pemimpin yang jauh dari kebenaran. Kita sering kali hanya memikirkan diri sendiri sedangkan kepentingan banyak orang dilupakan. Untuk itu, marilah kita menjadi pemimpin yang membawa banyak orang kepada keselamatan, seperti Yesus yang adalah pemimpin sejati.

(Fr. Christoforus Lontoh)

“Setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.” (Mat.7:17)

 

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, tuntunlah aku menjadi pemimpin yang baik dan benar seperti diri-Mu sendiri. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini