“Khawatir tanpa Dia”: Renungan, Sabtu 18 Juni 2022

0
1441

Hari Biasa (H)

2Taw. 24:17-25; Mzm. 89:4-5,29-30,31-32,33-34; Mat. 6:24-34.

Di jaman sekarang ini ada begitu banyak orang berlomba-lomba untuk mengejar kekuasaan dan kekayaan. Hal ini dapat terjadi karena ada kekuatiran dalam diri manusia untuk dapat bertahan hidup di tengah-tengah krisis ekonomi. Maka yang dapat terjadi yakni manusia saling menjatuhkan satu sama lain untuk merebut suatu kekuasaan, dan orang-orang saling menyaingi satu dengan yang lain di bidang ekonomi. Kendati demikian tidak banyak juga yang suka membantu orang lain lewat kekayaan dan kekuasaan yang mereka miliki.

Bacaan-bacaan kitab suci hari ini mengingatkan kita bahwa kekayaan dan kekuasaan bukanlah hal yang terpenting dalam hidup ini, melainkan kepercayaan dan kesetiaan kita kepada Tuhanlah yang utama. Dalam bacaan pertama kita dapat melihat Tuhan dengan kesetiaan-Nya telah berusaha mengingatkan para pemimpin Yehuda lewat para nabi karena mereka telah meninggalkan-Nya. Namun mereka keras hati dan tidak mau berpaling dari kesalahannya, maka mereka harus menanggung hukumannya yakni kalah dalam peperangan melawan tentara Aram yang jumlahnya sangat sedikit dibanding jumlah mereka. Yoas pun  raja mereka akhirnya dihukum lalu kemudian dibunuh, akan tetapi ia tidak dikuburkan di pekuburan para raja. Hal Ini tentu mengingatkan kita bahwa sekali-kali kita memiliki kekuasaan, tetapi kita tidak boleh melupakan Tuhan yang telah memberikan hal itu kepada kita.

Dalam bacaan Injil, Yesus mengajarkan kepada kita tentang hal kekuatiran, sebab ada begitu banyak orang khawatir akan persoalan-persoalan lahiriah dan lupa akan persoalan-persoalan batiniah atau rohani. Persoalan batiniah atau rohani yang dimaksudkan yakni tentang tujuan akhir hidup manusia. Kekuatiran-kekuatiran lahiriah membuat banyak orang jatuh ke dalam dosa, dan hal ini kerap dilakukan tanpa disadari oleh banyak orang. Banyak orang merasa gembira atau bersukacita apabila dapat memenuhi kebutuhan lahiriahnya, akan tetapi Yesus mengingatkan kita dalam injil bahwa hal-hal duniawi tidak menjamin kita untuk dapat merasakan kebahagiaan atau sukacita yang sejati, yakni sukacita bersama Bapa di surga.

Dalam kehidupan ini, yang utama perlu kita kuatirkan yakni jika hidup kita jauh dari Tuhan atau terlepas dari-Nya. Maka marilah kita sebagai orang-orang beriman  membangun hidup tanpa kekuatiran duniawi dan tetap percaya bahwa Tuhan yang Mahasetia menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup kita kini dan kelak. Oleh karena itu marilah juga kita cari dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya agar segala sesuatu ditambahkan kepada kita.

(Fr.Glandy Yohanes Tambingon)

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat. 6:33)

Marilah berdoa:

Ya Bapa arahkanlah jalan hidup kami kepadamu dan bebaskanlah kami dari kekuatiran duniawi. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini