“Kesetiaan Ibu”: Renungan, Senin, 6 Juni 2022

0
1862

PW Santa Perawan Maria Bunda Gereja (P)

 Kej 3:9-15, 20 atau Kis 1:12-14; Mzm 87:1-2,3,5,6,7, R3; Yoh. 19:25-34.

Bunda Maria merupakan sosok yang berperan penting dalam sejarah keselamatan manusia. Kehadirannya menjadi jalan yang membuka kembali harapan bagi manusia untuk terhubung dengan Allah. Sampai sekarang, Bunda Maria menjadi perantara doa dari umat manusia kepada Yesus Puteranya.

Bacaan-bacaan hari ini menceritakan banyak hal penting tentang peran dari Ibu Maria yang hari ini diperingati sebagai Bunda Gereja. Istilah Bunda Gereja sudah melekat dalam diri Bunda Maria sejak ia dipilih oleh Allah dari kandungan ibunya sebagai perempuan yang akan melahirkan Yesus Kristus Penyelamat dunia.

Bacaan pertama, berbicara tentang sosok perempuan pertama yang menjerumuskan manusia ke dalam dosa. Keinginannya yang kuat yang dilukiskan dengan godaan iblis, menghantarnya pada tindakan melanggar perintah Tuhan Allah. Dalam hal ini Hawa tidaklah setia kepada Tuhan.

Perilaku Hawa sangat bertolak belakang dengan Bunda Maria. Hidup Maria seutuhnya diberikan untuk Tuhan. Maria dengan setia menjalankan setiap perintah Tuhan tanpa membantah ataupun melalaikan ajaran Tuhan. Hal itu terlihat dalam bacaan Injil, di mana dengan setia Maria menemani Yesus Puteranya dari lahir, masa-masa penderitaan-Nya hingga kematian-Nya. Sikap hidup Bunda Maria merupakan contoh konkret bagi seluruh umat manusia. Maria menjadi teladan kesetiaan bagi semua orang.

Belajar dari Maria, kita diajak untuk setia dan tekun dalam menjalankan setiap perintah Tuhan. Kesetiaan sangat dibutuhkan oleh orang-orang Kristiani, mengingat dunia sekarang ini yang begitu banyak godaan, untuk menyangkal iman akan Yesus Kristus. Bukan hanya itu saja ada pula tantangan dari dalam Gereja sendiri, yakni perpecahan-perpecahan yang muncul dari kesalahpahaman.

Bersama dengan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja yang dipercayakan Tuhan, “Ibu inilah, anakmu!… Inilah ibumu!”, kita harus berjalan dalam tuntunan dan naungan kasihnya. Gereja yang merupakan anak hendaklah selalu bernaung dalam pelukan Sang Bunda, ibu kita semua Bunda Maria.

Semoga dengan berada dalam pelukan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja, kita berjalan dalam satu langkah yang sama, satu irama, dan berteguh dalam satu iman, satu Tuhan.

 (Fr. Andris Sumigar)

 “Ibu, inilah anakmu!… Inilah, ibumu!” (Yoh. 19:26-27)

Marilah Berdoa:

Allah Bapa yang Maharahim, tuntunlah dan ajarkanlah kami agar senantiasa bernaung dalam payung kasih Sang Bunda yang Engkau percayakan untuk senantiasa menemani kami di dunia ini sebagai Gereja yang berjuang. Semoga kelak kami Kau satukan dalam Gereja yang berjaya bersama Kristus Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini