“Hidup di Dalam Roh Kudus”: Renungan, Minggu 5 Juni 2022

0
3349

HARI RAYA PENTAKOSTA (M)

Kis. 2:1-11; Mzm. 104:1ab,24ac,29c-30,31,34; Rm. 8:8-17; Yoh. 14:15-16,23b-26.

Saudara – saudari yang terkasih, hari ini kita merayakan Hari Raya turun-Nya Roh Kudus ke atas para rasul yang disebut hari raya Pentakosta. Lima puluh hari setelah Tuhan Yesus bangkit dari mati atau sepuluh hari setelah Tuhan Yesus naik ke surga, Roh Kudus, yang disebut juga Roh Penghibur atau juga disebut seorang Penolong, diutus oleh Bapa demi nama Yesus turun kepada para rasul. Tugas Roh Kudus itu ialah untuk mengajarkan segala – sesuatu kepada umat dan akan mengingatkan umat akan semua yang telah dikatakan oleh Yesus sendiri. Roh Kudus juga disebut Roh Kristus yang bangkit karena Yesus Kristus yang telah bangkit itu hidup di dalam “Tubuh Rohani” yang penuh kuasa dan penuh kemuliaan. Oleh karena itu Tuhan Yesus dapat memberikan Roh Kudus kepada para rasul dengan menghembusi mereka dengan nafas-Nya sendiri dengan berkata, “Terimalah Roh Kudus, jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni…”(Yoh. 20:22-23). Roh Kudus juga disebut Roh Cinta Bapa dan Putra, sehingga dalam Roh Kudus itu Allah Bapa mencintai Sang Putera dan kita manusia dicintai-Nya atas cara yang sama. “Seperti Bapa mengasihi Aku, demikian pula Aku telah mengasihi kamu.” (Yoh. 15:9).

Rasul Paulus menasehati kita, “Hiduplah di dalam Roh Kudus itu. Jika kamu hidup di dalam Roh Kudus, maka kamu akan memiliki hidup yang kekal. Tubuhmu yang fana memang akan mati karena dosa, namun kamu sendiri akan tetap hidup dan tetap ada sebagaimana kamu rindukan dan kamu imani karena daya kekuatan Roh Kudus yang hidup di dalam dirimu.” St. Paulus menambahkan lagi identitas kita yang sangat mulia. Kita bukan hanya akan memiliki hidup yang kekal di dalam Roh Kudus, melainkan kita diangkat menjadi anak – anak Allah. Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak – anak Allah. Kami tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu takut kepada Allah, melainkan Roh Kudus yang menjadikan kamu anak – anak Allah. Dalam Roh Kudus itu kita berani memanggil Allah dengan sapaan “Abba ya Bapa” atau dalam bahasa populer adalah Papa atau Papi, sebagaimana seorang anak menyapa ayah kandungnya dengan perasaan kasih sayang yang besar. Tuhan Yesuslah yang mengajarkan hal itu kepada kita. Kalau kamu berdoa, katakanlah, “Bapa kami yang ada di surga.” Jadi kita ini adalah anak – anak Allah yang dengan sesungguhnya boleh merasakan dan mengalami sebagai anak – anak Bapa di surga dan menjadi ahli waris dari semua yang dijanjikan oleh Allah untuk kita semua. Yesus Kristus telah diberikan-Nya kepada kita, bagaimana mungkin Allah Bapa tidak akan memberikan semuanya yang Ia janjikan kepada kita bersama – sama dengan pemberian diri Kristus Sang Putera itu? Syukur kepada Allah, Tuhan selalu setia terhadap semua janji-Nya yang diberikan kepada kita.

(RP. Albertus Sujoko, MSC)

“Jika Roh Dia yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, tinggal dalam dirimu, maka Ia akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya yang diam di dalam kamu.” (Rom. 8:11)

Marilah Doa:

Ya Allah Bapa yang Maha Pengasih dan Penyayang, Engkau telah mengasihi kami manusia melalui Yesus Kristus Putera-Mu di dalam Roh Kudus. Anugerahkanlah kepada kami hidup di dalam Roh Kudus itu supaya kami dapat merasakan dan mengalami hidup sebagai anak- anakMu yang menjadi ahli waris dari semua yang Engkau janjikan. Demi Yesus Kristus PuterMu, Tuhan Kami yang hidup dan berkuasa bersamai Dikau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini