“Kuat Dalam Menghadapi Dunia”: Renungan, Senin 30 Mei 2022

0
1708

Hari Biasa Pekan VII Paskah (P)

Kis. 19:1-8; Mzm. 68:2-3,4-5ac,6-7b; Yoh. 16:29-33.

Mengantarkan orang pada jalan baik dan benar bukan merupakan sebuah pekerjaan yang mudah. Hal baik dan kebenaran itu sesungguhnya berbicara tentang iman akan umat manusia, sehingga kita sangat sulit untuk diterima secara baik, apalagi mengajak orang untuk memperoleh kehidupan baru. Dalam hidup kita boleh melihat kondisi yang melanda dunia kita pada masa sekarang ini, yakni di mana dunia ini mengalami “krisis kepercayaan” yang dipandang dari setiap aspek kehidupan. Sehingga untuk memperoleh perubahan hidup sendiri terasa begitu sulit untuk diwujudkan. Dalam kehidupan seperti sekarang ini saja di mana kita masih dilanda dengan covid-19, di mana hal itu membuat kita mengubah orang ke jalan yang benar harus dengan adanya tindakan kesaksian yang nyata bukan hanya dengan kata-kata manis yang keluar dari mulut kita.

Walaupun dengan kondisi hidup seperti yang sekarang ini, sesungguhnya kita tidak perlu khawatir. Sebab, Tuhan hendak meneguhkan kita dengan sabda-Nya: “kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia”. Hal ini berarti bahwa bukan kita sendiri yang berkarya dalam menyatakan kebaikan Tuhan di seluruh dunia, tetapi dalam menyatakan kebaikan itu Tuhan sendirilah yang berperan penting dan juga berkarya dalam diri kita, sehingga kita menjadi kuat dalam menyatakan kebaikan itu. Tuhan berkarya dalam diri kita supaya kita dapat sanggup bersaksi dengan benar dan mengajak atau mengantar orang banyak kepada-Nya. Hal inilah yang sesungguhnya harus menguatkan kita dalam menghadapi dunia yang penuh dengan berbagai godaan dan cobaan ini.

Hal demikian dapat kita lihat dalam Kisah Para Rasul, di mana nampak dalam pewartaan Paulus di Efesus bahwa dengan kuasa Tuhan yang besar dan bekerja dalam diri Paulus, sehingga banyak orang dapat memberikan dirinya untuk dibaptis. Pembaptisan itu memiliki makna tersendiri dan mendalam yakni sebagai pembersihan, pembaruan, dan juga pemurnian terhadap pengaruh dosa. Kiranya dalam kehidupan setiap hari sebagai umat beriman yang taat dan patuh kepada Tuhan, dengan kesaksian hidup kita sendiri dapat dapat menggerakkan orang lain untuk dapat dibaptis dan dibaharui dalam kasih Tuhan.

(Fr. Riko Tunyanan)

“Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah” (Yoh. 16.30).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan kami mohon berikan kesanggupan kepada kami sehingga kami boleh berani menjadi saksi-Mu, dan membuat banyak orang percaya pada-Mu. Amin.

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini