“Keselamatan dari Tuhan”: Renungan, Selasa 24 Mei 2022

0
1332

Hari Biasa Pekan VI Paskah (P)

Kis 16:22-34; Mzm 138:1-2a.2b-3.7c-8; Yoh 16:5-11

Pada tahun 1998 terjadi gempa bumi di Armenia yang mengakibatkan 5000 orang meninggal dunia. Saat itu ada seorang ayah yang mengantar anaknya ke sekolah sebelum ia pergi ke tempat kerja. Namun dalam perjalanannya ke tempat kerja, terjadilah gempa bumi sehingga ia kembali untuk melihat anaknya. Ketika ia tiba di sekolah anaknya, sekolah itu telah roboh. Lalu Ia mencari ruang kelas di mana anaknya belajar yang telah roboh dan menggali puing-puing bangunan untuk mencari anaknya Akhirnya ia menemukan anaknya dan beberapa anak lain beserta seorang guru selama 36 jam dalam keadaan hidup.

Cerita singkat di atas ini merupakan sebuah ungkapan kasih dan cinta yang begitu besar dari seorang ayah terhadap anaknya. Ungkapan kasih dan cinta yang begitu besar kita temukan juga dalam bacaan Kis. 16:22-34. Paulus dan Silas ditangkap dan dipenjarakan ketika mereka berada di Filipi. Namun pada saat mereka berada dalam penjara, mereka berdoa dan memuji Allah sehingga terjadi gempa dan pintu-pintu penjara terbuka serta belenggu yang dikenakan pada Paulus dan Silas terlepas. Ini adalah ungkapan kasih Allah terhadap anak-anak-Nya, Ia tidak membiarkan anak-anak-Nya berada dalam kesulitan. Hal yang menarik dari bacaan itu ialah Paulus mampu mengampuni kepala penjara. Ini juga ungkapan kasih dan cinta yang patut menjadi teladan bagi kita.

Paskah adalah ungkapan Kasih Allah yang amat besar bagi manusia Kasih dan cinta Allah kepada manusia begitu “besar” sehingga Ia rela mengutus Anak-Nya yang tunggal yang menderita untuk menyelamatkan manusia dari kuasa dosa. Putra tunggal-Nya, Yesus Kristus rela menderita, sengsara dan wafat di kayu salib, bangkit dan naik ke surga dan mengutus Roh Kudus sebagai penolong untuk menyertai seluruh umat-Nya. Kasih-Nya tidaklah berkesudahan Kasih itu nyata dengan Roh Kudus yang akan diutus-Nya sebagai penolong umat manusia. Ia tidak akan pernah meninggal umat-Nya. Seperti Paulus dan Silas yang diselamatkan Tuhan. Semoga kita semua dengan dorongan Roh Kudus turut dibawa pada keselamatan dan menjadi pembawa warta keselamatan bagi setiap orang agar mereka pun turut diselamatkan bersama dengan kita. Dengan bersaksi tentang kebenaran melalui cara hidup yang benar merupakan hal yang pantas dan harus dilakukan.

(Fr. Willem Landa)

“Roh Kebenaran akan Menuntun Kamu ke dalam Seluruh Kebenaran” (Yoh. 16:13).

Marilah berdoa:

Ya Allah, tuntunlah kami dengan terang Roh Kudus agar membawa kami pada kebenaran di dalam Engkau. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini