“Dibenci dunia, Siapa takut?” Renungan Sabtu, 21 Mei 2022

0
1786

Hari Biasa Pekan V Paskah (P)

BcE Kis. 16:1-10; Mzm. 100:1-2,3,5; Yoh. 15:18-21.

Dalam hidup, mungkin ada orang yang pernah mendapat pengalaman dibenci oleh seorang yang lain karena melakukan suatu kebaikan dan kejujuran. Rasanya aneh dan tidak masuk akal ketika saya melakukan suatu hal yang baik, berusaha untuk jujur, tapi malah dibenci, dan dimusuhi. Sementara ada orang sudah melakukan banyak hal yang merugikan sebagian besar orang malah dipuji, disanjung bahkan dibela mati-matian.

Bacaan injil hari ini menegaskan bahwa orang-orang dunia memang akan membeci orang yang percaya. Sebagaimana yang sebelumnya telah dialami oleh Yesus melalui penolakan, penderitaan, sengsara sampai mati dikayu salib. Orang-orang dunia yang dimaksudkan oleh Yesus ialah mereka yang belum percaya kepada-Nya. Mereka yang hanya lebih berfokus pada keinginan dan kesenangan duniawi.  Untuk itu, orang-orang dunia akan terus memusuhi orang yang melakukan kejujuran dan kebaikan. Mereka iri melihat orang yang jujur dan baik perilakunya karena mereka takut ketidakjujuran dan ketidakbaikan yang mereka lakukan akan ketahuan dan pada akhirnya dapat mencelakakan mereka.

Menghadapi orang-orang dunia, Yesus  mau meyakinkan setiap orang yang percaya kepada-Nya agar jangan pernah takut untuk dibenci dan ditolak, apalagi bosan untuk memberitakan kabar baik tentang Dia, kepada orang-orang yang belum mengenal-Nya. Memang tidak mudah, tetapi hendaknya setiap orang percaya terus bersandar pada Yesus dan tetap menjadi anak-anak Allah. terus bersikap bijaksana dalam menghadapi realitas kehidupan yang tidak akan luput dari hal-hal duniawi.

Rasul Paulus juga dalam bacaan pertama, meskipun terus mengalami penolakan, difitnah, keluar masuk ruang persidangan, bahkan hampir dibunuh, ia tidak pernah menunjukan rasa takut sedikitpun. Malahan sebaliknya, ia terus menunjukan semangat kerasulan untuk mewartakan kabar baik tentang Yesus Kristus kepada orang-orang yang belum percaya, mulai berkeliling dari Yerusalem, Makedonia sampai ke daerah Eropa. Dengan berpegang pada Kesetiaan untuk memberitakan kabar baik tentang Yesus Kristus itu Paulus berhasil. Pada akhirnya ia mampu membuat banyak orang di Eropa bahkan termasuk kita, mengenal dan menaruh kepercayaan kepada Kristus.

Fr. Gerren Maweikere

“Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu, jika mereka telah menuruti firmanku, mereka juga akan menuruti perkataanmu.” Yoh. 15:20

 

Marilah berdoa:

Tuhan bantulah aku agar dapat lebih mengenal-Mu, sehingga melalui aku sahabat-sahabatku juga dapat mengenal-Mu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini