”Kehendak Allah: jangan takut” Renungan: Jumat, 29 April 2022

0
1842

Hari Biasa (H) Pekan Paskah II

Kis 5:34-42; Mzm. 27:1.4.13-14 Yoh: 6:1-15

Saksi adalah orang yang berada di tempat kejadian, mengetahui suatu kejadian, dan kesaksianya dipercaya. Keberadaan saksi dalam pemutusan suatu perkara sangat penting karena dari saksi, hakim bisa memutuskan mana yang benar dan tidak dari permasalahan. Saksi haruslah  seseorang yang sungguh-sungguh objektif. Karena kesaksian yang tidak objektif akan melahirkan dusta. Dusta adalah dosa yang akan ditanggung selamanya.

Para hari ini para rasul dihadapkan pada mahkamah agama Yahudi. Kehadiran mereka di tempat itu tidak lain untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah terjadi di Yerusalem. Kita tahu sendiri bahwa setelah turunnya Roh Kudus, para murid dengan semangat yang besar bersaksi akan peristiwa-peristiwa yang mereka alami bersama Yesus. Karena kesaksian dan mujizat-mujizat yang mereka lakukan dalam nama Tuhan Yesus, maka banyak orang menjadi percaya. Fenomena yang tidak biasa ini bagi mahkamah agama perlu untuk diselidiki.

Ketika sedang berlangsung sidang, munculah seorang bernama Gamaliel, seorang ahli taurat yang sangat dihormati. Ia meminta para rasul untuk keluar dan mulai berbicara. “hai orang-orang Israel pertimbangkan baik-baik apa yang hendak kamu lakukan untuk orang-orang ini. dahulu ada Si Teudas dan pengikutnya, ada Yudas seorang Galilea dan pengikutnya namun tidak bertahan lama dan hilang. Karena itu, ia memperingatkan jangan bertindak terhadap orang-orang ini, jika maksud mereka berasal dari manusia yang akan lenyap. Namun jika dari Allah, kamu tidak dapat melenyapkan orang-orang ini, jangan-jangan kamu juga melawan Allah. Mendengar penjelasan demikian, para rasul pun dilepas.

Peristiwa penggandaan roti oleh Yesus dalam bacaan injil hari ini punya dua makna yang patut direfleksikan. Pertama; Allah menyertai perjalanan Yesus di dunia. Peristiwa muijizat menunjukkan bahwa Allah berkarya dalam diri Yesus. Allah dalam diri Yesus bisa menggandakan roti serta menyembuhkan yang sakit. Manusia tidak mungkin bisa melakukan Mujizat-mujizat  demikian. Kedua; Allah punya tujuan untuk menyelamatkan manusia. Tujuan ini terealisasi dalam diri Yesus yang tersalib serta bangkit bagi kita.

Sebagai orang kristiani, kita harus yakin dan percaya bahwa Yesus merupakan manifestasi Allah yang tinggi dan tak terselami. Yesus memberikan kepada kita kepastian bahwa semua yang diajarkan berasal dari pada Allah. Karena itu,  Gamaliel memperjelas lagi akan hal yang luar biasa ini. kalau ajaran berasal dari manusia maka akan lenyap, tetapi jika berasal dari Allah, itu tidak akan bisa dihentikan. Percaya akan kebangkitan Kristus dan mewartakannya adalah tugas kita sebagai orang Kristiani. Sebab kabar gembira bukan berasal dari manusia melainkan dari Allah.

Admin Lentera Jiwa

“ Sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia. Tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini.”    (Kis. 5:39)

Marilah Berdoa :

Tuhan ajarilah aku untuk berani bersaksi atas karya-Mu dalam hidupku kepada semua orang, amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini