“Percaya Pada Kehendak Allah”: Renungan, Rabu 30 Maret 2022

0
1442

Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (U)

Yes. 49:8-15; Mzm. 145:8-9, 13c-14, 17-18; Yoh. 5:17-30.

Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita semua pernah mengalami yang namanya pengalaman tidak mengenakkan. Pengalaman-pengalaman yang tidak mengenakkan seperti pengalaman dipenjara, dikhianati oleh teman, sakit maupun dicemoohkan oleh orang-orang terdekat kita. Tentunya semua itu merupakan bagian dari perjalanan hidup kita. Ketika diperhadapkan dengan semuanya itu, kadang kita merasa frustrasi, bingung, cemas bahkan takut dengan keadaan kita. Bahkan mungkin yang terlintas di benak kita setelah mengalami semua itu adalah tidak ada yang mau menolong, padahal kita memiliki Allah yang hebat, yang selalu ada untuk kita dan yang mengerti keadaan kita.

Bacaan pertama hari ini mengingatkan kita bahwa Allah sama sekali tidak melupakan kita dan tidak pernah meninggalkan kita sekalipun kadang dalam kehidupan kita sehari-hari, kita mengesampingkan Allah dari prioritas hidup kita. Allah selalu ada dalam setiap momen kehidupan kita. Ketika kita berada dalam penderitaan, Ia menolong kita. Ketika kita terkurung, Ia membebaskan kita dan ketika kita lapar dan haus, Ia mengenyangkan dan memuaskan kita dengan segala kelimpahan. Oleh sebab itu, untuk apa kita perlu merasa cemas dan takut dengan keadaan kita? Yang mesti kita lakukan adalah percaya pada setiap penyelenggaraan Ilahi dalam hidup kita.

Bacaan Injil hari ini juga mau menunjukkan dan menegaskan sebuah pesan penting kepada kita bahwa Allah begitu mencintai umat-Nya yang adalah anak-anak-Nya. Hal itu tentu saja tampak dari segala hal yang dilakukan oleh-Nya. Secara khusus dapat kita ketahui dari apa yang Yesus katakan dalam Injil hari ini bahwa apa yang Ia kerjakan (dalam hal ini menyembuhkan orang sakit) adalah juga yang dikerjakan oleh Bapa sendiri. Secara khas ditunjukkan bahwa Allah Bapa melalui Putera-Nya Yesus Kristus selalu memiliki cara untuk merangkul hati kita umat-Nya sekalipun kita dalam kehidupan sehari-hari selalu berusaha untuk mencoba menjauh dari-Nya dan selalu mencoba untuk mempersoalkan kuasa yang dimiliki oleh-Nya. Melalui bacaan-bacaan hari ini kita semua diajak untuk selalu yakin dan percaya akan kuasa Allah dalam kehidupan kita. Kepercayaan ini akan membantu kita untuk makin dekat dengan Tuhan sendiri.

(Redaksi Lentera Jiwa)

“Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia” (Yoh. 5:23).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami menjadi pribadi yang selalu yakin dan percaya kepadaMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini