“Kepercayaan Mendatangkan Kebahagiaan”: Renungan, Kamis 24 Maret 2022

0
1806

Hari Biasa Pekan III Prapaskah (U)

Yer. 7:23-28; Mzr. 95:1-2,6-7,8-9; Luk. 11:14-23

Hidup itu sebuah pilihan. Di mana pun dan kapan pun, kita akan selalu menghadapi sebuah pilihan. Terkadang pilihan yang dipikirkan dan diputuskan itu adalah baik. Terkadang pula tidak baik. Keputusan yang dibuat itu terjadi berdasarkan kepercayaan seseorang, maupun kelompok tertentu.

Dalam Injil, tuduhan orang-orang kepada Yesus merupakan bentuk ketidakpercayaan mereka kepada Allah yang telah mengutus Putera-Nya sebagai Penyelamat bagi banyak orang. Ketika tuduhan itu diberikan, Yesus pun membantahnya dengan sebuah gambaran yaitu semua iblis mempunyai tujuan yang sama yaitu memisahkan manusia dari Allah sehingga manusia akan menjauh dari kuasa Allah. Kuasa yang diberikan oleh Allah kepada Yesus ini bertujuan menghadirkan Kerajaan Allah di tengah-tengah manusia, sehingga manusia tidak menjauhi Allah, tetapi juga agar manusia percaya akan kuasa itu sendiri dan bertobat.

Pada hari ini, Penginjil Lukas mengajak kita semua untuk berada bersama dengan Yesus sebagai Putera Allah. Yesus berkata: “Siapa tidak bersama Aku, Ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan”. Di sini, Yesus ingin mengajak kita untuk selalu mendekatkan hati kita pada-Nya dan menjauhkan diri dari kuasa Iblis. Dekat dengan Yesus berarti apa yang harus kita lalukan? Yang harus  kita lakukan adalah percaya kepada-Nya dan terhadap perbuatan-Nya yang baik dan benar, sebagaimana yang ditunjukkan-Nya dalam Injil, di mana Ia menyembuhkan orang yang bisu.

Dalam bacaan pertama juga dikatakan bahwa kebahagiaan diperoleh ketika kita mendengarkan suara Tuhan dan mengikuti semua yang diperintahkan-Nya. Inilah firman Tuhan bagi bangsa Israel yang berguna untuk kita sekarang ini. Semua ini dapat terjadi jika kita percaya kepada Tuhan, kepercayaan itu akan terlihat jelas ketika kita semua mendengar dan mengikuti semua yang diperintahkan-Nya. Inilah yang harus kita perjuangkan supaya kita memperoleh kebahagiaan di dalam Tuhan.

Mempertahankan iman untuk zaman sekarang ini bukanlah sesuatu yang mudah, karena seringkali dalam hidup ini kita diperhadapkan oleh berbagai aktivitas yang membuat kita mudah terjatuh dalam dosa, baik itu lewat perkataan maupun tindakan. Karena itu, lewat bacaan-bacaan hari ini Yesus menggambarkan bahwa iman menjadi jaminan kebahagiaan sejati, yakni keselamatan. Dengan iman, apa yang dilakukannya adalah baik dan benar.

(Fr. Markus Ngilawan)

“Siapa tidak bersama Aku, Ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan” (Luk. 11:23).

Marilah berdoa:

Allah Bapa kami, teguhkanlah iman kami selalu agar kami boleh menikmati kebahgiaan-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini