“Sadarilah dan Lakukanlah!”: Renungan, Rabu 17 November 2021

0
1783

Peringatan wajib Elizabeth dari Hungaria (P)

2Mak. 7:20-31; Mzm. 17:1,5-6, 8b, 15; Luk. 19: 11-28

Setiap manusia memiliki karakter yang unik. Masing-masing berbeda satu dengan yang lain. Begitulah manusia yang dibuat Tuhan secara sempurna dengan karismanya masing-masing. Hari ini kita mendengar perumpamaan tentang uang mina. Dalam perumpamaan itu Yesus menampilkan sosok bangsawan yang memberikan mina kepada para hambanya untuk berdagang sampai ia kembali. Setelah ia kembali ia meminta pertanggungjawaban dari masing-masing upahannya. Orang pertama dengan satu mina dapat menghasilkan sepuluh mina, orang kedua datang dan memberi hasil lima mina, dan orang yang ketiga datang tanpa menghasilkan apa-apa karena ia hanya menyimpannya dalam sapu tangan sebab ia takut akan tuannya.

Dari perumpamaan ini tampak bahwa ada di antara mereka yang menjalankan perintah dan ada yang tidak, ada yang bertanggung jawab atas apa yang ia terima dan ada yang tidak. Kita manusia hidup di dunia ini dibekali Tuhan dengan karisma masing-masing. Dengan karisma itu kita diharapkan dapat mengembangkannya dan bertahan hidup di dunia ini. Atas cara masing-masing kita berupaya untuk bertanggung jawab atas apa yang Tuhan berikan bagi kita. Ada di antara kita yang fasih berbicara, gunakanlah itu untuk menghantar orang ke jalan yang benar. Ada orang cerdas, gunakanlah kelebihan itu untuk membantu orang dalam pengetahuan. Ada orang yang murah hati, gunakanlah itu untuk menabur kebaikan bagi sesama. Pada dasarnya Tuhan mau agar kita sebagai manusia dengan apa yang sudah Tuhan berikan dapat dikembangkan untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain.

Dengan kata lain apa yang kita miliki adalah titipan Tuhan. Apa yang sudah Tuhan titipkan kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Maka masing-masing dari kita dituntut untuk sadar akan apa yang kita terima dari Tuhan, sadar akan karisma dan kelebihan kita masing-masing. Karena ketika kita sadar akan kelebihan kita, kita tahu apa yang akan kita buat di dunia ini untuk menyukakan hati Tuhan. Maka baiklah dengan bacaan hari ini kita diajak dan diingatkan kembali untuk memanfaatkan pemberian Tuhan itu secara benar. Kita diharapkan oleh Tuhan untuk menjalankan mina seperti orang upahan yang pertama dan kedua. Agar kelak murka Tuhan tidak menghampiri kita.

(Fr. Angky Savsavubun)

“Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya”” (Luk. 19:26).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami agar mampu menjalankan setiap perintah dan hidup sesuai kehendak-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini