“Kapan kiamat terjadi ?”: Renungan, Minggu 14 November 2021

0
3206

Hari Minggu Biasa XXXIII (H).

 Dan. 12 :1-3 ; Mzm. 16 :5,8,9-1-,11 ; Ibr. 10:11-14,18; Mrk. 13 :24-32.

Sejak tahun 1800-an yang lalu, setidaknya sudah ada 10 ramalan akhir zaman atau kiamat. Semuanya gagal alias tidak terjadi. Meskipun selama ini tidak ada satu pun ramalan kiamat yang terbukti, namun nyatanya tidak sedikit orang yang percaya pada ramalan-ramalan tersebut. Ketika satu ramalan tidak terbukti, kemudian ada ramalan baru, selalu saja ada orang yang percaya, bahkan cukup banyak. Pertanyaannya: mengapa hal ini bisa demikian? Untuk itu kita perlu mulai menyadari apakah yang menjadi maksud saat-saat sedemikian.

Salah satu teks yang sering dijadikan dasar untuk meyakini bahwa akhir zaman sudah dekat adalah Injil hari ini. “Ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu … langit dan bumi akan berlalu”. Padahal masih ada lanjutannya dan ini yang sebenarnya merupakan salah satu inti iman kita akan akhir zaman. Banyak orang sering kali lupa akan penegasan Yesus berikutnya bahwa “tentang hari atau saat ini, tidak ada seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anak pun tidak! Hanya Bapa yang tahu. Memang, akhir zaman akan terjadi, tetapi kapan waktunya, tidak ada yang tahu selain Allah sendiri.

Bacaan hari ini, tidak bisa disangkal, mendatangkan kekhawatiran. Akan tetapi, Kitab Daniel telah memberi pencerahan kepada kita agar tidak khawatir, karena orang bijaksana tidak akan mengalami kesulitan pada saat yang tidak diketahui itu (kiamat). Juga, karena orang tersebut mampu mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang telah dilakukan dan diterima selama hidup di dunia ini. “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran akan bercahaya seperti bintang-bintang untuk selama-lamanya”.

Pun dalam surat Ibrani ditegaskan peranan Kristus sebagai penebus yang membawa kita manusia pada penyelamatan. Ditegaskan bahwa “Sebab oleh satu kurban itu saja Kristus telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan”. Bertolak dari penegasan sedemikian, maka akhir zaman bukanlah sebagai hal yang mencemaskan hidup kita. Bersama Kristus kita menyadari bahwa di sanalah kita mendapatkan kepenuhan bahkan kesempurnaan hidup. Dengan demikian tidak ada yang hilang ataupun hancur binasa karena Kristus sendiri telah menyempurnakannya.

Semoga kita di penghujung tahun ini senantiasa mengalami apa yang menjadi kepenuhan hidup dalam Kristus itu. Kita tidak membutuhkan segala ramalan tentang akhir dunia. Kita lebih membutuhkan Kristus sebagai yang telah menjamin kehidupan kita.

(Pst Bayu Nuyartanto, Pr)

« Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah di ambang pintu » (Mrk. 13:29).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk semakin berserah kepadamu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini