“Iman”: Renungan, Sabtu 20 November 2021

0
1555

Hari biasa (H)

BcE 1Mak. 6:1-13; Mzm. 9:2-3,4,6,16b,19; Luk. 20:27-40.

Allah adalah yang Mahakuasa. Dia tidak terbatas dengan ruang dan waktu. Dia adalah Allah yang memberi dan mengambil kehidupan. Segala hari, bulan dan tahun, diatur oleh-Nya. Allah itu adalah misteri yang nyata dalam kehidupan kita manusia. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, itu mungkin bagi Allah. Lalu bagaimana kita menyikapi dan merasakan karya-Nya itu?

Bacaan Injil mengisahkan orang Saduki yang datang kepada Yesus dan menanyakan perihal tentang kebangkitan orang mati. Mengenai hal itu, mereka mengajukan pertanyaan tentang ajaran Musa tentang seorang isteri yang ditinggal mati oleh suaminya tanpa meninggalkan anak. Karena suami dari isteri tersebut tidak meninggalkan anak maka isterinya harus dikawini oleh saudara suaminya sampai saudara yang ketujuh. Akan tetapi, ketujuhnya mati dan tidak menginggalkan anak. Kemudian perempuan itupun mati.

Lalu orang saduki bertanya kepada Yesus mengenai siapa yang akan menjadi suami dari perempuan tersebut setelah hari kebangkitan. Apa jawaban Yesus? Yesus menjawab bahwa setelah kebangkitan dari orang mati orang tidak kawin dan dikawinkan melainkan mereka sama seperti malaikat-malaikat dan menjadi anak-anak Allah karena telah dibangkitkan.

Injil hari ini hendak mengingatkan kita tentang kurangnya iman kita akan karya kaselamatan Allah melalui Yesus Kristus. Seringkali kita seperti orang Saduki yang selalu mempertanyakan hal-hal yang tidak lumrah. Apalagi mengenai akhir zaman di mana ada kehidupan setelah kematian. Seringkali dalam diri kita muncul pertanyaan, setelah kita meninggal apa yang akan terjadi pada diri kita?

Injil hari ini memberi jawaban kapada kita bahwa kematian tidak akan menguasai kita, kalau kita mempunyai iman yang teguh kepada Allah. Sebab Allah bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, dan di hadapan-Nya semua orang hidup. Dengan iman yang teguh kita akan memperoleh dan merasakan karya keselamatan Allah. Allah tidak akan membiarkan anak-anak-Nya yang selalu datang menyerahkan diri dan percaya akan kehendak-Nya. Sebab Allah adalah yang mahakuasa yang tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan kepercayaan kita akan kehendak-Nya niscaya jaminan keselamatan akan disediakan untuk kita.

(Fr. Glandy Tambingon)

“Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup” (Luk. 20:38).

 

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga aku mempunyai iman yang teguh untuk menyakini bahwa Engkau-lah satu-satunya sumber kehidupan. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini