“Sebuah Pertanyaan Penting dan Mendasar”: Renungan, Minggu 12 September 2021

0
1890

Hari Minggu Biasa XXIV (H)

Yes. 50:5-9a; Mzm. 116:1-2,3-4,5-6,8-9; Yak. 2:14-18; Mrk. 8:27-35.

 Pasti dalam sebuah perjumpaan dengan seseorang atau kelompok orang atau bahkan dalam sebuah pertemuan, kalimat “tidak dikenal maka tidak disayang” sering kita dengar. Kalimat tersebut tentunya mau menekankan bagaimana sebuah pengenalan akan seseorang itu penting dalam kehidupan. Di kalangan orang muda, saat masa pacaran, proses pengenalan identitas seseorang dalam hubungan tentunya sangat penting. Dalam keluarga, anak-anak ingin mengenal orang tuanya, begitu sebaliknya orang tua ingin mengenal anak-anaknya dan setiap murid ingin mengenal siapa gurunya.

Proses pengenalan itu dapat kita lihat dalam Injil yang kita dengarkan pada hari ini. Dalam perjalanan bersama dengan para murid-Nya, Yesus mengajukan pertanyaan siapakah Aku ini? Pertanyaan ini mengagetkan para murid. Karena selama ini Yesus dikenal sebagai tokoh yang populer dan dikagumi banyak orang di mana-mana. Yesus tidak ingin para murid mengenal secara dangkal berdasarkan informasi umum yang diperoleh. Yesus ingin dikenal oleh para murid secara mendalam dan secara pribadi. Pertanyaan Yesus ini membantu para murid untuk semakin mengenal Yesus sebagai guru yang selalu ada bersama-sama dengan mereka. Jangan-jangan ada yang tidak mengenal siapa orang yang bersama-sama dengan mereka.

Pertanyaan Yesus ini justru berguna bagi para murid untuk menguji sejauh mana dan sedalam mana mereka mengenal Yesus. Pengalaman para murid bersama Yesus membuat mereka mengenal Yesus. Mendengar sabda Yesus membuat para murid mengenal apa yang diajarkan Yesus. Menyaksikan apa yang dibuat oleh Yesus membuat para murid mengenal perbuatan Yesus. Pertanyaan Yesus tentang siapakah diri-Nya menurut para murid dimaksudkan untuk mengajak mereka agar melihat seluruh pengenalan dan pengalaman mereka tentang Dia. Yesus juga menanyakan pengenalan kita akan Dia. Yesus bertanya tentang siapakah diri-Nya bukan untuk kepentingan diri-Nya, tetapi untuk kepentingan kita dalam menelusuri dan melihat pengalaman hidup beriman kita sebagai murid Yesus.

Dengan demikian, berilah waktu untuk bertanya siapakah Yesus menurut pengalaman hidup beriman kita. Yesus menanyakan pengenalan para murid akan Dia. Bukan untuk kepentingan-Nya tetapi untuk kepentingan kita, para murid-Nya. Barangsiapa mengenal Yesus dengan benar akan kuat menghadapi cobaan, tabah dalam perjalan untuk menghadapi kesulitan dan tetap bergembira dan bersukacita dalam menghadapi setiap pergumulan hidup. Pergumulan hidup kita adalah bagian dari salib. Karena perjuangan ini terus kita lakukan sepanjang hidup kita.

(Fr. Billy Leonardo Tendean)

 

“Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”” (Mrk. 8:29).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Yesus, tuntunlah dan terangilah aku dengan terang kebijaksanaan-Mu, agar aku semakin mengenal dan mengimani Engkau dalam setiap perjalanan hidupku. Amin

 

 

           

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini