“Membalas Kebaikan Tuhan”: Renungan, Selasa 21 September 2021

0
2102

Pesta S. Matius, RasPenInj (M)

Ef. 4:1-7,11-13;

Mzm. 19:2-3,4-5;

Mat. 9:9-13. 

Paus Fransiskus pernah mengatakan demikian, “Panggilan Matius juga dihadirkan dalam konteks belas kasih Allah”. Apa maksud perkataan dari Paus Fransiskus ini? Dilihat dari konteksnya bahwa Matius yang juga disebut Lewi oleh pengarang Injil Synoptik lain  adalah pemungut cukai. Oleh orang-orang Yahudi, pemungut cukai termasuk dalam kalangan pendosa. Meskipun demikian, Allah dengan cara-Nya memanggil Matius untuk menjadi pengikut-Nya. Inilah konteks dasar mengapa Matius terpanggil oleh karena kasih Allah.

Dalam Injil Yesus melakukan pendekatan pertama dengan Matius dan memanggilnya. Kita percaya bahwa Yesus datang untuk mengunjungi kita dalam hidup yang nyata. Kita bisa mengatakan bahwa Ia mengunjungi para petani, pedagang, pemerintah, bahkan orang jahat sekalipun. Tugas Yesus adalah menguduskan semua orang yang sudah dipanggil sesuai dengan kasih-Nya. Kita boleh bertanya dalam diri kita, apakah kita selalu melakukan pendekatan pertama terhadap sesama yang lain? Atau kita memilih menjadi orang yang pasif dalam hidup bersama? Yesus memberi semangat kepada kita untuk melakukan pendekatan pertama dan menunjukkan segala  belas kasih kepada semua orang.

Apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan itu? Paulus memberi nasihat supaya jemaat hidup sepadan dengan panggilan kudus yang sedang dijalani. Supaya panggilan itu menjadi subur maka jemaat perlu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Dalam konteks kita sekarang ini, Paulus mengharapkan agar kita semua mewujudkan hidup Kristiani yang berkualitas dengan menunjukkan kasih dan saling membantu, memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera: satu  tubuh, satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa  bagi semua orang.

Bagi kita masing-masing, Yesus menganugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian-Nya. Setiap orang dalam hidupnya yang nyata harus memberikan diri seutuhnya untuk Tuhan dan Gereja-Nya. Kita telah menerimanya dengan cuma-cuma maka berilah juga dengan cuma-cuma, bukan dengan menghitung berapa jasa baik kita. Jadilah seperti Matius yang ketika dipanggil oleh Tuhan langsung mengikuti Dia tanpa ada rasa ragu-ragu atau berpikir panjang terlebih dahulu.

 

(Fr. Chrisanctus P. D. Sadrack)

 

Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mat. 9:13).

 

Marilah berdoa:

Ya Allah, biarlah aku membalas kasih-Mu dengan membagikannya kepada sesama. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini