Hari biasa (H)
Yos. 24:1-13; Mzm. 136:1-3,16-18,21-22,24; Mat. 19:3-12.
Setiap manusia memiliki jalan panggilannya masing-masing. Ada yang berkeluarga dan ada juga yang hidup selibat seperti para imam, biarawan maupun biarawati. Mereka tidak menikah atau hidup tanpa membentuk keluarga yang normalnya terdiri atas suami, isteri dan anak-anak. Bacaan Injil hari ini diawali dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh kaum Farisi untuk mencobai Yesus. Perdebatan terus berlanjut sampai para murid memberikan pernyataan: “Jika demikian halnya hubungan antara suami-isteri, lebih baik jangan kawin.” Para murid berkata demikian untuk menanggapi jawaban Yesus sebelumnya yakni: “Barang siapa menceraikan isterinya, kecuali zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, berbuat zinah”. Menanggapi pertanyaan yang diberikan oleh para murid Yesus menjawab: “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Surga.”
Bacaan Injil hari ini mau mengajarkan kepada kita bahwa apa yang dialami dalam hidup kita sebagai keluarga, imam maupun calon imam yang tidak menikah itu memang sudah ada dari rahim ibu kita dan yang kita alami juga itu disebabkan oleh orang lain dan juga kemamuan kita sendiri. Jalan hidup kita di dunia ini berbeda-beda. Apa yang kita alami semuanya itu ada dalam rancangan Tuhan. Sebagai orang-orang beriman, kita selalu yakin bahwa apa yang kita alami baik kita yang berkeluarga, sebagai imam dan calon imam dan bahkan tidak juga kawin dan tidak sebagai imam, semuanya itu adalah rencana Tuhan dalam hidup kita.
Kita harus selalu bersyukur bahwa meskipun jalan panggilan kita itu berbeda-beda tapi Tuhan senantiasa menuntun kita. Tuhan selalu menuntun kita sebagai keluarga, sebagai imam, sebagai calon imam, biarawan-biarawati bahkan hidup sendiri tanpa menikah. Memang jalan hidup kita semua berbeda-beda tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sebab Ia sendirilah yang mengatur jalan hidup kita. Jadi, apa yang dapat kita lakukan dalam jalan panggilan itu?
(Fr. Juventus Rahangiar)
“ Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti”( Mat. 19:12b).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, tuntun dan arahkanlah aku di jalan panggilan ini. Amin.











