“Kunci Keselamatan”: Renungan, Kamis 20 Mei 2021

0
2041

Hari Biasa Pekan VII Paskah (P)

Kis. 22:30; 23:6-11; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; Yoh. 17:20-26.

Hal yang menjadi modal pertama dan utama yang diberikan orangtua kepada sang anak ketika hendak berpisah terungkap lewat kata-kata ini: “Nak, jangan lupa berdoa!” Maksudnya agar apa yang diimpikan dan diusahakan sang anak dapat berhasil.

Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini mengajak kita agar selalu taat dan patuh pada perintah Tuhan. Dalam bacaan Injil, Yohanes mengisahkan dengan jelas tentang doa Yesus kepada para murid-Nya agar mereka bersatu di dalam nama-Nya. Sebab Yesus tahu mereka akan mengalami tantangan dan rintangan yang sangat berat dan oleh karena nama-Nya mereka rela disiksa dan dianiaya. Doa Yesus tersebut menjadi kunci agar mereka tetap bersatu sama seperti Ia dan Bapa-Nya.

Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus dengan iman yang teguh, menghadapi tuntutan ketika ia dihadapkan ke Mahkamah Agama. Paulus dengan tegas membela iman kepercayaannya akan Yesus Kristus serta ajaran-Nya. Jika Paulus tidak serius dalam mengikuti Yesus, ia dapat menyangkal Yesus untuk menyelamatkan dirinya. Namun sayangnya, sifat egois seperti itu tidak melekat pada diri Rasul Paulus. Dengan gagah berani ia bersaksi di depan orang-orang Farisi dan ahli Taurat.

Dalam kehidupan ini, seringkali kita menemukan orang-orang yang rela memberikan diri seutuhnya untuk mengikuti dan melayani Tuhan. Tugas utama mereka adalah mendoakan orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Sebab bagi mereka, doa menjadi sarana datangnya keselamatan kepada orang yang didoakan. Menjadi pendoa sama seperti para pengikut Kristus tidaklah gampang, sebab kita harus dengan sungguh-sungguh mengikuti-Nya secara total, sama seperti yang telah dilakukan Rasul Paulus dan para murid Yesus.

Doa menjadi kunci keselamatan kita. Namun, keselamatan itu tidak akan datang ketika perbuatan kita tidak sesuai dengan apa yang menjadi permintaan kita kepada Tuhan. Berdoa saja tidak cukup. Maka yang harus dilakukan agar apa yang kita doakan dapat terkabul ialah bekerja dan berusaha, sama seperti yang telah ditunjukkan Yesus kepada para murid dan Rasul Paulus.

Maka, menjadi pertanyaan bagi kita yakni apakah kita berani mewartakan tentang Yesus dan ajaran-Nya di tengah dunia yang penuh dengan persoalan ini? Apakah kita selalu mendoakan mereka yang membutuhkan doa-doa kita?

(Fr. Philipus Rahae)

“Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka.” (Yoh. 17:20).

Marilah berdoa:

Allah sumber kebijaksanaan, kuatkan dan teguhkanlah iman kami akan Dikau, sehingga kami dapat menjadi pendoa bagi setiap orang yang membutuhkan rahmat-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini