“Kita Memiliki Bunda Maria”: Renungan, Senin 24 Mei 2021

0
1663

Pw. SP Maria Bunda Gereja (P)

Kej 3:9-15, 20 atau Kis 1:12-14; Mzm 87:1-2,3,5,6-7; Yoh. 19:25-34.

 

Bacaan pertama yang diambil dari Kitab Kejadian jika dimengerti secara harafiah maka kita akan menemukan bahwa orang pertama yang jatuh dalam dosa adalah Hawa. Ia digambarkan sebagai wanita yang mudah diperdaya oleh setan sehingga melanggar ketetapan Tuhan. Tidak hanya itu, ia juga menghantar Adam jatuh ke dalam dosa. Seandainya Hawa tidak makan buah terlarang dan tidak memberikan buah tersebut kepada Adam, maka sejarah dosa dan sejarah penyelamatan manusia memiliki alur yang berbeda. Terlepas dari semua itu, kisah ini telah menghasilkan mindset yang buruk tentang perempuan.

Bacaan Injil yang kita dengarkan menceriterakan seorang perempuan; seorang ibu yang begitu luar biasa yakni Maria. Ia menemani Putranya dan turut merasakan penderitaan sampai Putranya wafat di salib. Maria merupakan Hawa baru, yang dari rahimnya lahir Yesus penyelamat manusia. Dia bukanlah wanita yang lemah dan mudah diperdaya oleh dosa. Ia adalah wanita suci yang dimaksudkan Yesus sebagai ibu yang setia melaksanakan firman Tuhan (Mat. 12:46-50). Hal inilah yang menjadi alasan mengapa dalam Injil hari ini, Yesus memberikan ibu-Nya kepada kita. Maria adalah satu-satunya sosok ibu yang sangat ideal bagi Gereja-Nya, sehingga tepatlah bila ia dihormati sebagai Santa Perawan Maria Bunda Gereja.

Yesus telah menyerahkan ibu-Nya kepada kita dan kita telah menerimanya karena percaya bahwa ia akan selalu menemani kita dalam setiap pergumulan hidup kita. Perlu kita sadari bahwa bagi seorang ibu, anak-anaknya adalah segalanya. Ia selalu menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Ia selalu mendoakan anak-anaknya agar hidup dengan baik dan akhirnya boleh memperoleh keselamatan. Yesus telah memberikan ibu-Nya kepada kita. Maka, kita memiliki seseorang yang selalu mencintai, mendoakan dan menyertai kita. Sebagai seorang anak, kita berkewajiban untuk selalu menghormatinya dan serentak memohon agar ia selalu mendoakan kita anak-anaknya dalam setiap pergumulan hidup kita.

Maria adalah Bunda Gereja. Melalui Bunda Maria kita memiliki kesempatan besar untuk mencapai keselamatan yang hadir lewat Gereja-Nya. Oleh karena itu kita diajak untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan seraya memohonkan agar Bunda Maria selalu menyertai dan mendoakan kita pada Allah Bapa di surga.

(Fr. Alfredo L. Ngutra)

 

“Inilah ibumu! Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya” (Yoh. 19:27).

 

Marilah berdoa:

Ya Bunda Maria, kami menerimamu sebagai ibu. Hadirlah dan tinggallah dalam rumah kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini