“Role Model Gembala Sejati” Renungan, Senin 26 April 2021

0
1645

Hari biasa Pekan IV Paskah

Kis. 11:1-18; Mzm. 42:2-3; 43:3,4; Yoh. 10:1-10.

Tiap rumah selalu mempunyai pintu. Pintu menjadi sarana keluar masuk rumah dengan lancar. Pintu ini menunjukkan identitas rumah. Dalam Injil hari ini Yesus menunjukkan identitas diri-Nya sebagai pintu. Dia adalah pintu ke rumah yang sejati, yaitu rumah Bapa di surga. Setiap orang akan sampai ke rumah Bapa bila ia melewati Yesus, Sang pintu. Oleh karena itu, para murid Yesus hendaknya berjuang melalui pintu ini agar sampai pada keselamatan.

Firman Tuhan pada hari ini berbicara tentang bagaimana menjadi seorang role model gembala sejati. Sipakah dan bagaimana karakteristiknya sehingga ia dikatakan sebagai role model gembala sejati? Dia yang dimaksudkan ialah Yesus. Karakter dasar Gembala yang sejati adalah memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Karakter itulah yang dimiliki oleh Yesus sebagai Gembala sejati. Ia adalah gembala yang mengenal domba-domba-Nya. Ia bersedia mengurbankan diri untuk melindungi kawanan domba-Nya. Ia mencari dan menyelamatkan yang hilang, mencari orang berdosa supaya diampuni dan diterima kembali menjadi putera-puteri Allah. Itulah karakteristik dan makna sesungguhnya dari role model Gembala sejati.

Umat manusia membutuhkan seorang pemimpin yang baik. Maka umat Allah juga membutuhkan seorang gembala yang baik. Pada dasarnya setiap persekutuan, termasuk setiap keluarga, membutuhkan seorang pemimpin yang baik. Yesus hendak menyatakan kepada kita bahwa Allah Gembala Sejati dikenali dan ditemukan dalam diri Yesus yang bersedia mengorbankan nyawa-Nya untuk mengembalikan kembali tujuan dan makna hidup kita. Perhatian dan kasih-Nya kepada kita sungguh tanpa perhitungan, bukan atas dorongan kepentingan diri sendiri. Sebagai gembala, Yesus total berlainan bila dibandingkan dengan sikap dan apapun yang dilakukan oleh gembala-gembala sewaan.

Anda dan saya, dalam skala berbeda-beda, adalah pemimpin atau gembala. Baik di rumah tangga, sekolah, masyarakat, gereja atau dunia kerja. Tuhan menempatkan masing-masing dari kita dalam peran yang unik agar kita mengambil tanggung jawab sebagai gembala sejati, yakni rela memberi  hidup kita, untuk menjaga kawanan domba yang dipercayakan-Nya. Kita harus menjadi pintu untuk menghantarkan kawanan domba masuk dalam surga dan mengalami keselamatan. Karena itu, sebagai pengikut Kristus, kita harus mampu menjadi seorang gembala dengan menghadirkan karakter dasar dari Yesus Kristus yang adalah role model Gembala sejati.

Fr. Benny Fasak

“Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu” (Mzm. 43:3).

Marilah berdoa:

Bapa, tuntunlah kami mengikuti jejak-Mu sebagai Gembala untuk menuntun setiap kawanan domba-Mu ke dalam kediaman-Mu yang abadi. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini