“Percaya dan Mewartakan”: Renungan, Kamis 22 April 2021

0
2091

Hari biasa Pekan III Paskah (P)

Kis. 8:26-40; Mzm. 66:8-9,16-17,20; Yoh. 6:44-51

Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, kepercayaan merupakan nilai penting dalam hidup manusia. Tidak heran setiap manusia bertindak baik dan benar agar bisa menyandang nilai itu dalam dirinya. Misalnya seorang karyawan yang baik dan benar pasti akan dipercayai oleh atasannya.

Bacaan Injil kali ini mengisahkan tentang Yesus mengajak orang agar percaya dan datang kepada-Nya sebab, Dialah roti hidup yang memberikan hidup kekal. Mengapa kita harus percaya dan datang kepada-Nya? Alasannya jelas yaitu karena Dialah roti hidup yang memberikan hidup yang kekal. Yesus sendiri berkata: “Sesungguhnya barang siapa percaya, ia mempunyai Hidup yang kekal.” (Yoh. 6:47) “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” (Yoh. 6:51). Hal ini jelas bahwa Yesus menyinggung tentang manna dari langit yang dimakan oleh nenek moyang bangsa Israel tetapi mereka telah mati. Yesuslah roti dari Surga yang diberikan Allah untuk menyelamatkan manusia. Melalui peristiwa sengsara dan wafat-Nya, Yesus telah menyelamatkan manusia serta menjamin kebangkitan bersama-sama dengan Dia, seperti peristiwa paskah yang belum lama kita rayakan.

Saudara-saudara yang terkasih, pada bacaan pertama kita melihat bagaimana  kepercayaan akan Yesus kiranya menyentuh semua orang. Filipus yang diperintahkan oleh Roh Tuhan, selanjutnya pergi mengajarkan seorang sida-sida. Pada saat itu sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya, tetapi dia tidak mengetahui tentang siapakah nubuat nabi Yesaya yang dituliskannya dalam kisah tersebut. Atas bimbingan Roh Tuhan, Filipus pun mengajarkan Injil Tuhan atau iman kepercayaannya tentang Yesus Kristus dengan kisah sengsara dan wafat-Nya. Dengan pewartaan yang diberikan oleh Filipus, akhirnya sida-sida tersebut percaya dan memberikan diri dibaptis.

Saudara-saudara yang terkasih, kita hendaklah percaya  dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Dua tokoh dalam bacaan pertama memberikan contoh yang amat menarik. Filipus dengan semangat untuk mewartakan terang sabda Tuhan dan pula seorang sida-sida yang memiliki sikap terbuka untuk percaya kepada Yesus sang Sabda. Dari sini kita belajar dan diajak untuk hendaknya memiliki sikap terbuka, percaya dan memahami dengan baik tentang Yesus sang roti hidup yang menyelamatkan kita dengan kurban sengsara dan wafat-Nya, dan setelah itu kita hendaknya memiliki kemauan dan keinginan untuk menjadi pewarta keselamatan kepada dunia, dengan rajin mengikuti ekaristi dan berbuat baik terhadap sesama.

(Fr. Alfianus Dianomo)

“Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barang siapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal” (Yoh. 6:47).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, ajarlah aku lebih percaya kepada-Mu dan beranikan diriku untuk mewartakan-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini