Pesta Bertobatnya S. Paulus, Rasul (P)
Kis. 22:3-16 atau Kis. 9:1-22; Mzm. 117:1,2; Mrk. 16:15-18.
Merupakan sebuah tanggung jawab besar ketika kita dipercayakan untuk menjadi pemimpin, gembala, panutan atau contoh bagi orang lain. Kepercayaan sedemikian terkadang membuat orang bimbang dan merasa tidak layak mengembannya. Pertanyaan yang sering muncul ialah apakah saya layak untuk mendapatkan kepercayaan ini. Kita mulai membanding-bandingkan diri dan melihat kelemahan kita. Apakah saya mampu? Apalagi kalau dihadapkan dengan tantangan yang berat, orang cenderung akan menyerah dan meninggalkan tugas yang dipercayakan kepadanya.
Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang bagaimana Yesus mengutus para murid: “Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. Suatu tugas mulia, namun tidak mudah untuk dilakukan. Tantangan yang berat mungkin saja menanti para murid, dan bahkan pengorbanan diri pun menjadi cara terakhir untuk membuktikan kesetiaan mereka. Catatan keras pun menyertai perutusan-Nya: “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”.
Yesus menyertai para murid dengan kuasa-Nya. Mereka akan mengusir setan, berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru, memegang ular, minum racun namun mereka tidak akan celaka, dan memiliki kuasa untuk menyembuhkan orang sakit. Tuhan memberikan rahmat dan berkat serta menuntun mereka yang menjadi utusan-Nya. Ia tidak membiarkan mereka bekerja sendiri. Kuasa itu menjadi bukti agar orang menjadi percaya dan mau mengikut Kristus.
Rasul Paulus yang kita pestakan hari ini juga mendapat tugas yang sama. Ia dipilih dan diutus ke seluruh dunia untuk mewartakan keselamatan Allah dan membuat banyak orang percaya akan Yesus Kristus. Ia pun tak luput dari tantangan dan cobaan. Tetapi dengan kuasa dan tuntunan Tuhan, ia mampu membuat banyak orang menjadi percaya. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Allah selalu menyertai mereka yang diutus-Nya. Berkat dan rahmat Allah tak akan pernah hilang bagi mereka yang siap menjadi utusan-Nya.
Sebagai umat beriman, kita semua mendapat tugas yang sama seperti Para Rasul, yakni menjadi pewarta kabar keselamatan Allah. Dengan cara masing-masing, kita mengambil bagian dalam tugas mulia ini. Oleh karena itu, iman kita sangat dituntut dalam pelaksanaan tugas ini. Dalam hal ini, kita dituntut untuk percaya bahwa Tuhan selalu menyertai, serta menjadikan kepercayaan itu sebagai sebuah motivasi dan bagian dari hidup. Percaya! Maka kita mampu melakukannya.
(Fr. Andi Bambi)
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk. 16:15)
Marilah berdoa:
Ya Bapa, buatlah kami selalu percaya dan berpegang pada-Mu. Amin.











