Pw S. Timotius dan Titus, Usk (P)
2Tim. 1:1-8 atau Tit. 1:1-5; Mzm. 96:1-2a.2b-3.7-8a.10; Luk. 10:1-9.
Saudara terkasih, kurangnya tenaga pelayan iman seperti imam, frater, bruder dan suster bahkan katekis terus terjadi. Misalnya seperti di Eropa yang dulunya menyuplai tenaga pelayan ke Indonesia, sekarang berbalik. Hal ini memperlihatkan bahwa para pelayan sangat diperlukan baik bagi umat di daerah perkotaan, diaspora dan daerah terpencil. Nyatalah juga bahwa kehadiran para pelayan sangat diperlukan agar iman umat terus tumbuh dan semakin mantap karena ada yang mengarahkan dan meneguhkan. Para pelayan yang banyak tentu sangat membantu. Namun, apakah ada banyak pelayan yang dapat ditemui pada zaman ini? Apakah orang zaman ini mau menjadi pelayan demikian?
Saudara terkasih, tuaian memang banyak tetapi pekerjanya sedikit. Yesus mengatakan demikian untuk menegaskan bahwa banyak umat yang memerlukan pelayanan namun tenaga pelayan sedikit. Hal ini menjadi gambaran bahwa sosok seorang pelayan yang baik sangat diperlukan untuk hadir di tengah umat. Karena itulah dalam Injil dikisahkan bahwa Yesus mengutus ketujuh puluh murid agar mereka membawa berkat yang telah mereka terima kepada banyak orang yang akan mereka jumpai. Ini menjadi gambaran bagaimana para pelayan harus mampu untuk berkarya di mana pun dan siap dengan keadaan apa pun. Timotius dan Titus diangkat sebagai uskup, gembala bagi umat. Mereka mengalami banyak hal dalam tugas-tugas mereka, tetapi mereka tetap kuat dan setia menjalankan tugas itu.
Saudara terkasih, bertolak dari Injil dan surat Paulus kepada Titus dan Timotius, kita melihat konteks pada zaman sekarang yang menuntut kita melakukan berbagai hal; kita melakukan berbagai hal dengan berbagai macam cara untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang kita miliki. Kita sibuk dengan urusan ekonomi, kepentingan pekerjaan dan pribadi kita, bahkan tidak peduli dengan apa pun di sekitar kita. Perihal ini menjadi tantangan untuk kita. Apa yang akan kita lakukan? Pemenuhan kebutuhan itu memang perlu, namun kita tak boleh mengabaikan tugas kita sebagai orang yang telah dibaptis dan diberi tugas menjadi pewarta kebaikan Allah bagi sesama. Sabda dan perintah Yesus: “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu …” menjadi tugas bagi kita yang harus dilakukan mulai dari sekarang dan menjadi servus servorum (pelayan dari para pelayan) seperti Yesus sendiri. Hal ini dapat kita mulai di lingkungan tempat kita tinggal, dengan hal-hal kecil saja dulu.
(Fr. Dandi Papoto)
“Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu …” (bdk. Luk.10:3).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, kuatkanlah aku agar aku dapat melayani sesama dengan setia dan penuh sukacita. Amin.











