“Tuhan Sumber Kebahagiaan”: Renungan, Sabtu 10 Oktober 2020

0
1681

Hari Biasa (H)

Gal. 3:22-29; Mzm. 105:2-3,4-5,6-7; Luk. 11:27-28.  BcO Sir. 7:22-36.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Satu pertanyaan mendasar yang ditemukan dalam bacaan-bacaan ini adalah “apa itu kebahagiaan?”. Dan akan ada banyak tafsiran mengenai kata bahagia, namun sejatinya bahwa kebahagian ini tidak dapat diperjual-belikan, melainkan dapat diupayakan. Oleh karena itu, setiap orang dari kita harus terus berupaya untuk hidup bahagia. Bagaimanakah kita mengupayakan agar kebahagiaan itu dapat kita rasakan dalam hidup kita?

Hari ini, Penginjil Lukas menampilkan sosok Yesus yang luar biasa. Perihal mengenai siapa yang berbahagia,  Yesus menjawab bahwa “yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya.” Jawaban dari Yesus ini hendak mengungkapkan bahwa kebahagian bukan saja didapatkan dari tindakan ataupun pengalaman manusiawi belaka, namun lebih dari pada itu, Firman atau Sabda Bahagia dari Allah-lah yang merupakan sumber dari kebahagiaan itu. Ketaatan pada Sabda Tuhan, akan membawa kita pada kebahagiaan. Dan cara paling efektif untuk memelihara Firman Tuhan ialah dengan melaksanakannya.

Hal yang sama ini pula diajarkan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia. Ia mengungkapkan, “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.” Jadi, Hukum Taurat menjadi sumber bagi kita untuk mencari dan menaati perintah Tuhan. Carilah Tuhan, carilah kekuatan-Nya, dan carilah wajah-Nya selalu. Inilah bentuk upaya nyata yang ditawarkan pemazmur dalam rangka untuk mencapai kebahagiaan: “biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan” (Mzm. 105:3).

Hendaknya kita berupaya untuk mencari Tuhan, dan menjadikan Dia sebagai pedoman hidup kita. Lihat karya dan tindakan-Nya, serta dengar dan laksanakan perintah-Nya. Itulah pedoman hidup kita. Kita harus hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, sebab kehendak Tuhan adalah baik bagi kita.

Oleh karena itu saudara-saudari yang terkasih, Allah harus menjadi dasar dan tumpuan bagi kita untuk mencapai hidup yang bahagia. Dengan menjadikan Sabda-Nya sebagai penuntun dan arah hidup kita, maka kita akan dibawa kepada sumber kebahagiaan itu sendiri yakni kesatuan dengan Yesus Kristus. Karena yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan memeliharanya.

(Fr. Albertus Ranbasar)

 

Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan memeliharanya” (Luk. 11:28).

Marilah Berdoa:

Tuhan Yesus, berikanlah aku kebahagian yang berasal dari pada-Mu, agar dapat kubagikan sukacita kegembiraan itu kepada semua orang lewat tutur kata serta tindakan dan perbuatanku. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini