Hari Biasa (H)
Gal. 4:31b-5:6; Mzm. 119:41,43,44,45,47,48; Luk. 11:37-41
Setiap kesan yang ditinggalkan oleh seseorang pasti dinilai dari penampilannya terlebih dahulu. Dengan melihat penampilan yang memukau orang langsung merasa terkesan dan tertarik bahkan memuji penampilan itu. Sebaliknya jika kesan yang ditinggalkan buruk maka orang menggerutu, mengutuki dan menertawakan hal itu.
Berbicara tentang kesan yang ditinggalkan dari suatu penampilan maka alangkah baiknya kita merenungkan bacaan-bacaan liturgi hari ini. Dalam bacaan pertama, Santo Paulus menasihati jemaat di Galatia supaya mereka jangan berlaku seperti orang yang belum merdeka. Mengapa? Karena jemaat di Galatia masih memperdebatkan bagaimana cara hidup sebagai seorang warga Kristen. Mereka masih menekankan penerapan adat-istiadat Yahudi dan Hukum Taurat. Paulus mengatakan bahwa mereka harus bertindak sebagai orang merdeka karena telah ditebus oleh Kristus. Segala kebiasaan yang hanya menekankan aspek luaran seharusnya ditinggalkan. Hanya iman yang berkarya dalam kasih yang dapat menghantar setiap orang menjadi pengikut Kristus.
Dalam bacaan Injil, Santo Lukas mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus mengecam orang Farisi dan para ahli Taurat. Yesus mengecam mereka pada saat Ia menghadiri perjamuan makan di rumah seorang Farisi. Di sana Yesus menunjukkan bahwa menilai penampilan tidak penting yang terpenting ialah hati yang murni. Yesus makan di rumah orang Farisi itu tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Orang Farisi yang hadir di situ merasa heran karena seorang Guru yang terkenal ini tidak taat pada tradisi yang berlaku yakni mencuci tangan sebelum makan. Yesus mengetahui isi pikiran mereka dan mulai berbicara dengan tegas sampai penginjil mengatakan bahwa Yesus mengecam kebiasaan para Farisi dan Ahli Taurat itu. Tampak Yesus mau meluruskan jalan pikiran mereka yang hanya memperhatikaan aspek luaran saja.
Kita sebagai orang beriman sering kali bertindak dan berpikir seperti orang Farisi dan para Ahli Taurat. Kita sering menghakimi orang di sekitar kita karena melihat suatu kesalahan kecil yang ia tunjukkan. Kita bahkan tidak memperhitungkan segala perbuatan baik yang telah ia lakukan. Saat kita melihat orang yang berpakaian kusut dan kotor kita menjauhi mereka karena takut ditulari virus. Kita cepat menjauhi teman yang mengalami masalah karena takut akan dilibatkan dalam masalahnya. Hari ini, Tuhan Yesus mengecam kita dengan keras karena segala perbuatan kita itu. Kita seharusnya bertindak seperti Tuhan yang lemah lembut dan rendah Hati.
(Fr. Alowisius Sormudi)
“Berikanlah isinya sebagai sedekah” (Luk. 11:41).
Marilah Berdoa:
Tuhan Yesus, jadikanlah kami pembawa kasih-Mu, agar kami mampu mengasihi tanpa memandang apa yang kelihatan oleh mata. Amin.











