“Dengarkan dan Laksanakanlah” : Renungan, Minggu 27 September 2020

0
2891

Hari Minggu Biasa ke XXVI                                                          

Yeh 18:25-28; Flp 2:1-5; Mat 21:28-32

Realitas dunia zaman sekarang terjadi dalam suatu model yang serba beragam. Ada banyak aktivitas dan kesibukan yang dikerjakan namun sesungguhnya banyak di antaranya tidak berarti sama sekali. Sejumlah orang Kristiani merasa bahwa mencari nafkah dan menyimpan harta bagi keluarga adalah suatu hal yang penting dan mendesak, sehingga mereka kadang kala lupa untuk menjalankan perintah Bapa.

Bacaan Injil hari ini menampilkan dua sosok pribadi manusia yang bertolak belakang. Dua model ini seperti menggambarkan realitas hidup manusia beriman. Perumpamaan yang diangkat ialah sikap dari kakak beradik dalam menanggapi perintah ayah mereka. Si anak sulung menjawab ‘Ya’ tetapi tidak melaksanakannya. Sementara anak yang bungsu menjawab ‘Tidak’ tetapi melaksanakannya.

Dalam akhir perumpamaan tersebut Yesus bertanya: “Siapakah dari antara dua orang ini yang melakukan kehendak bapa-Nya?”. Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah”.

Melalui pertanyaan inilah Yesus mengajak orang-orang yang mendengarkannya untuk berpikir secara jernih dan benar. Karakter macam apa yang sebenarnya Allah inginkan dari orang-orang yang mendengarkan firman-Nya? Jawabannya ialah bukan orang-orang yang sekedar mendengarkan firman Tuhan. Bukan pula orang yang sekedar menganggap Firman-Nya itu benar. Tetapi yang terpenting dari semuanya adalah orang tersebut melakukan kebenaran Firman Tuhan tersebut.

Pesan ini menjadi semakin kuat karena Matius tidak menyebutkan apa yang harus dikerjakan oleh si sulung dan si bungsu di kebun anggur. Jenis dan bentuk pekerjaan tersebut diabaikan karena tidak signifikan dan bisa mengalihkan fokus dari poin perumpamaan. Yang terpenting adalah apakah mereka melakukan apa yang diperintahkan oleh ayah mereka atau tidak. Taat kepada perintah dan bukan pada jenis pekerjaannya.

Bacaan Injil hari ini sesungguhnya memberi peringatan bagi setiap orang Kristen bahwa sabda Tuhan dan perintah Tuhan adalah hal yang penting untuk dilaksanakan. Atas inspirasi bacaan hari ini, kita diajak untuk terbuka mendengarkan Sabda Tuhan. Supaya setiap orang yang mendengarkannya, meresapkannya di dalam hati dan melaksanakannya dalam hidup setiap hari.

(Fr. Khristiano Mokili)     

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Fil. 2:5).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, berilah aku rahmat-Mu agar mampu  melaksanakan kehendak-Mu dalam hidupku. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini