Hari Biasa (H)
Yeh. 9:1-7; 10:18-22; Mzm. 113:1-2,3-4,5-6; Mat. 18:15-20.
‘Pengampunan’ dan ‘mengampuni’ merupakan dua kata yang memiliki kata dasar yang sama yakni ‘ampun’. Namun, dari kedua kata itu terdapat perbedaan yang cukup jelas. Kata pengampunan, dimengerti sebagai pemberian dari seseorang, dan dalam hal ini Allah Bapa yang Maharahim. Sedangkan, kata mengampuni dimengerti sebagai tindakan memberi ampunan kepada orang lain. Tindakan ini kadangkala kita buat dan selalu dilakukan oleh Tuhan.
Bacaan pertama hari ini mengisahkan tentang pemusnahan orang-orang fasik di Yerusalem. Allah bertindak demikian karena mereka membuat berhala dan menyembahnya. Pemusnahan yang dilakukan Allah sama seperti yang dilakukan-Nya pada zaman Nuh, Abraham dan Musa, yakni dengan tetap menyisakan orang-orang yang berkeluh kesah kepada-Nya.
Nabi Yehezkiel menjadi saksi di mana Allah menyuruh malaikat-malaikat untuk memberi tanda ‘T’ kepada orang-orang yang tetap setia pada kehendak-Nya, supaya mereka tidak binasa. Tanda ini mengingatkan kita akan Perjamuan Paskah di Mesir ketika Allah membunuh seluruh anak sulung Mesir baik manusia maupun hewan.
Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang kuasa mengampuni. Di dalam Gereja Katolik, kuasa ini diberikan atau dipercayakan kepada para imam dan uskup yang ditahbiskan. Kuasa itu berasal dari Allah yang diturunkan oleh Yesus Kristus kepada para rasul, kemudian diteruskan kepada para uskup sebagai pengganti para rasul atau disebut suksesi apostolik.
Dasar biblis dari kuasa pengampunan yang dimiliki oleh seorang imam terdapat dalam bacaan Injil hari ini yakni pada ayat 18, “Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Kuasa pengampunan merupakan tanda keselamatan yang Gereja Katolik hadirkan bagi umat Allah. Menerimanya adalah tanda persetujuan bahwa kita ingin diselamatkan oleh Allah.
Pergeseran temporal dari Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru; dari Allah yang membinasakan ke Allah yang mengampuni memiliki makna atau inspirasi tersendiri. Adapun inspirasi yang bisa kita petik dari bacaan-bacaan hari ini yaitu, perbuatan mengampuni yang keluar dari dalam diri karena merasa dan mengalami pengalaman diampuni oleh Allah. Pengalaman pribadi itu harus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari supaya berbuah kebaikan. Marilah, kita belajar dari Yesus Kristus yang penuh belas kasih dan Allah yang Maharahim.
(Fr. Andris Yosua Sumigar)
“Apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga” (Yoh. 7:38).
Marilah Berdoa:
Allah yang Maharahim, cinta-Mu dan kerahiman-Mu begitu nyata dalam kehidupan umat-Mu. Kami mohon, bantulah kami agar dapat meneladani sikap-Mu dalam mengampuni sesama kami. Amin.











