“Hidup dalam Kepercayaan pada Yesus”: Renungan, Sabtu 8 Agustus 2020

0
1957

Pw S. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkotbah, Im (P)

Hab. 1:12-2:4; Mzm. 9:8-9,10-11,12-13; Mat. 17:14-20

Ada begitu banyak manusia yang hidup di dunia ini, miliaran jumlahnya. Dari semua manusia tersebut, masing-masing tentunya memiliki kepercayaan tertentu. Entah dia beriman pada sesuatu atau tidak, pasti ia memiliki sesuatu yang ia percaya dalam hidupnya. Bahkan Atheis-pun memiliki kepercayaan; percaya bahwa tidak ada Tuhan. Kepercayaan yang dimiliki menjadi tolak ukur bagi setiap manusia untuk terus hidup dan mencapai suatu tujuan tertentu. Demikian juga kita sebagai manusia yang percaya pada Kristus. Sudah selayaknya kita menjadikan kepercayaan kepada Kristus itu sebagai motivasi yang terus menggerakkan kita pada satu tujuan, yakni hidup kekal dalam Kristus.

Injil hari ini mengisahkan mengenai Yesus yang menegur murid-murid yang kurang percaya dalam melaksanakan pewartaan. Para murid yang dipercaya oleh Yesus dalam karya pewartaan ternyata mengalami hal yang tidak terduga. Yesus sendiri berkata: “Dan takkan ada yang mustahil bagimu”. Kendati Yesus sudah menaruh kepercayaan kepada para murid, tetapi mereka masih terjebak dalam keragu-raguan. Kepercayaan yang dangkal seperti ini sesungguhnya akan mengaburkan tujuan hidup sejati dalam Kristus. Sebagaimana Habakuk yang gelisah pada Tuhan yang seakan-akan tidak adil padanya, tetapi kemudian bernubuat: “Orang yang benar akan hidup oleh karena percayanya”.

Peristiwa Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan dalam Injil hari ini pun, mengungkapkan tiga unsur dalam proses terjadinya penyembuhan. Penyembuhan seseorang dapat terjadi karena iman orang sakit itu, iman dari orang yang membawa orang sakit itu, dan iman dari orang yang mendoakan. Karena itu, marilah kita terus berusaha memohon kepada Tuhan agar Ia dapat menambahkan iman kita akan Allah Tritunggal. Iman yang mampu memberikan kehidupan, kesehatan dan keselamatan bagi keluarga, Gereja dan masyarakat.

Oleh karena itu, sudah selayaknya kita menaruh seluruh hidup kita dalam kepercayaan akan Kristus. Ciri orang yang percaya ialah berprinsip, berkomitmen, optimis, dan lain sebagainya. Itu semualah yang mengokohkan kita kelak untuk sampai pada tujuan sejati, yakni bersatu dengan Kristus. Seperti Santo Dominikus. Kepercayaannya menjadikannya seorang pengkhotbah yang mewartakan Kristus yang ia percaya. Demikian juga kita sebagai sahabat Kristus, haruslah dapat berbuat demikian.

(Fr. Andre Talia)

“Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya” (Hab. 2:4).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, jadikanlah aku semakin menaruh kepercayaan pada-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini