Hari Biasa (H)
Yes. 26: 7-9,12,16-19; Mzm. 102: 13-14ab,5,16-18, 1921; Mat. 11: 28-30
Saudara terkasih, seringkali manusia diperhadapkan dengan berbagai keadaan yang menyulitkannya. Hal ini pun terkadang membuat hatinya risau dan pada akhirnya merasa frustasi atau bahkan merasa putus asa. Kondisi seperti inilah yang membuat manusia pada akhirnya menyalahkan Tuhan atas semua yang telah terjadi. Tidak jarang terjadi, manusia bahkan lari dan menolak kehadiran Tuhan dalam kehidupannya ketika peristiwa sulit dan tidak enak terjadi dalam kehidupannya.
Injil hari ini memberikan peneguhan kepada mereka yang berada dalam keadaan sulit dan susah. Yesus mengajak mereka untuk datang dalam Dia, yang adalah Juru Selamat bagi umat manusia. Yesus mengajak mereka untuk bersekutu dengan-Nya. “Marilah kepada-Ku…” Perkataan Yesus hendak mengajak umat-Nya untuk mau datang kepada-Nya. Dengan datang kepada-Nya manusia akan merasakan ketenangan serta kedamaian. Sebab dalam Yesus kedamaian sempurna akan diberikan kepada mereka yang mau tinggal bersama-Nya. Yesus tidak pernah meninggalkan umat yang dicintai-Nya. Ia senantiasa berada di samping umat-Nya. Ia tidak pernah tidur untuk menjaga dan memelihara umat yang dikasihi-Nya. Yesus menjanjikan kesegaran dan istirahat bagi mereka yang mau tinggal bersama-Nya.
Nabi Yesaya dengan iman kepada Allah berseru: “…kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau…” Perkataan ini mau memperlihatkan bahwa sebagai abdi Allah, Nabi Yesaya senantiasa mengarahkan hati dan tindakannya kepada Allah saja. Kesukaannya adalah tinggal bersama Allah. Tindakan dan perkataan ini keluar akibat dari pengetahuan yang benar tentang Allah dan akan rahmat yang telah dialami oleh Yesaya sendiri. Dalam seluruh rangkaian kehidupannya, baik di dalam susah dan duka, Allah senantiasa bersama-Nya. Pengetahuan dan kesadaran ini membuat Yesaya hidup dalam ketenangan bersama Allah.
Saudara terkasih, persoalan kehidupan yang kita alami memang tidak dapat ditolak dan dihindari selama perjalanan hidup di dunia ini. Demikianlah manusia hidup dalam dunia yang dinamis dan bergerak. Dalam menjalani kehidupan ini, kesulitan dan kesusahan pasti akan datang menghampiri. Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk datang, tinggal dan belajar bersama Allah dalam menjalani seluruh rangkaian pengalaman kehidupan di dunia ini. Allah adalah sumber ketenangan dan kebijaksanaan. Allah akan memberikan kebijaksanaan kepada kita dalam melalui kesulitan dan tantangan yang muncul.
(Fr. Ferdinan Ogi)
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesuh dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28).
Marilah berdoa:
Ya Allah, bantulah kami untuk hidup dalam Engkau dan berikanlah kami kebijaksanaan-Mu. Amin











