“Cara Hidup Yang Benar”: Renungan, Selasa 23 Juni 2020

0
2472

Hari Biasa (H).

2Raj. 19:9b-11, 14-21,31-35a,36; Maz. 48:2-3a,3b-4,10-11; Mat. 7:6, 12-14.

Seorang filsuf  Cina yang bernama Konfusius pernah mengatakan: “Kita manusia harus hidup sesuai Jen”. Yang ia maksudkan dengan Jen ialah “hakekat manusia sebagai manusia”  yakni “kita sebagai manusia harus mengembangkan kepekaan hati dan sikap peduli terhadap sesama”.

Injil hari ini menampilkan perintah Tuhan tentang cara-cara hidup praktis yang benar bagi kita semua sebagai manusia. “Segala sesuatu yang kamu  kehendaki supaya orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka”. Perintah Yesus ini menunjuk pada kepekaan hati dan sikap peduli terhadap sesama. Semuanya itu tentunya tertuju pada kemampuan mencinta seseorang. Dengan kata lain, melalui perintah Yesus ini kita bisa melihat apakah kita mampu mencintai sesama kita atau tidak. Sebab jika kita mampu mencintai dengan tulus maka dengan sendirinya kita bisa peka terhadap orang lain dan peduli terhadap mereka. Dengan demikian apa yang terjadi? Yang terjadi yakni kita mempunyai kemampuan untuk mencintai sesama kita dengan tulus maka niscaya akan muncul nilai-nilai ini yakni nilai kemanusiaan, kehendak baik, persahabatan, solidaritas dan belas kasih.

Adapun pokok penting lain dalam bacaan Iinjil hari ini yakni jalan yang benar. Tentunya  dalam hidup ini manusia senantiasa diperhadapkan dengan begitu banyak pilihan hidup. Nah, ketika manusia diperhadapkan dengan pilihan hidup itu maka tentunya banyak orang akan memilih jalan hidup yang mudah dan gampang. Tetapi Injil hari ini menampilkan sesuatu yang berbanding terbalik. Dimana “jika kita mau menuju kepada keselamatan, maka kita harus memilih jalan sempit sebab luaslah jalan yang menuju pada kebinasaan” (bdk Mat. 7: 12-15). Dalam perintah Tuhan itu banyak yang melalaikannya. Mengapa demikian? Sebab kita manusia senang jika menempuh  jalan yang luas dan hal itu tidak bisa dibantah karena orang selalu mencari hal yang mudah.

Oleh sebab itu melalui permenungan ini saya mengajak kita semua untuk belajar dari Yesus yng berani mengambil jalan yang sulit, teramat sulit. Caranya dengan kita senantiasa setia memanggul salib kita masing-masing dan mengikuti jalan yang Ia tunjukkan kepada kita. Dengan demikian maka kita akan beroleh keselamatan.

(Fr. Rio Rumlus)

“Segala sesuatu yang kamu  kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Mat. 7:12).

Marilah berdoa:

Ya Allah, rajailah diri kami agar kami senantiasa berjalan dalam jalan-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini