Hari Minggu Paskah IV (P)
Kis.2:14a,36-41; Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6; 1Pet. 2:20b-25; Yoh. 10:1-10
Praktek kepemimpinan Gereja sekarang ini tidak lagi berkarakter pastor bonus, melainkan pastor ekstremis yang menyebabkan mereka tidak lagi menjadi pintu gerbang domba-domba menuju kepada Kristus. Tidak sedikit juga para gembala jemaat tampil sebagai boss, tidak lagi mau berdoa bahkan tak lagi menjadi gembala yang berjalan di depan domba-dombanya karena kebanyakan kepentingan Gerejanya sudah diurus oleh jemaatnya. Ekstrimnya, jika ada pemimpin jemaat juga yang menjadi sumber pertikaian dan perpecahan. Gembala-gembala seperti ini disebut sebagai pencuri, perampok yang datang untuk mencuri dan membinasakan.
Yesus adalah Gembala sejati yang dibedakan dengan seorang pencuri. Yesus juga adalah “pintu” yang selalu terbuka, yang tentunya pula dibedakan dengan “pintu” yang tertutup. Gaya pastor bonus ini yang coba digambarkan dalam injil hari ini. Yesus memproklamasikan diri-Nya sebagai pastor bonus yang didengarkan dan dikenal oleh domba-domba-Nya. Dengan semangat pastor bonus itu, domba-domba akan mau untuk dituntun, diarahkan dan dibawa oleh Yesus menurut kehendak-Nya.
Yesus mengatakan “Aku adalah pintu kepada domba-domba”. Semua orang yang melalui “pintu” itu akan selamat, akan menuju padang rumput yang hijau dan mempunyai hidup. Pastor bonus yang menjadi semangat Yesus itu bisa juga menjadi semangat dari para pemimpin jemaat untuk memuaskan kebutuhan rohani umatnya, sekaligus menjaga iman umatnya dari serangan “serigala” modern.
Pengalaman menjadi pastor bonus telah dijalankan oleh Petrus dan para rasul. Petrus dan rasul-rasul telah menjadi gembala yang sejati bagi Jemaat Perdana. Mereka telah menjadi perantara, pintu, dan saluran keselamatan bagi domba-domba yang tersesat. Dalam arti itu, mereka telah menjadi pastor bonus. Mereka Menjadi gembala yang mengarahkan pikiran, perkataan dan perbuatan mereka untuk mewartakan Kristus sehingga banyak jemaat perdana yang bertobat, dibaptis dan diselamatkan.
Pengalaman menjadi pastor bonus tidaklah mudah. Rasul Petrus mengatakan “jika kamu berbuat baik dan karena itu harus menderita, itu adalah kasih karunia kepada Allah”. Petrus mau mengingatkan kepada kita bahwa penderitaan dan pengalaman salib akan menghantui kita. Walaupun begitu, kita perlu untuk meneladani Kristus sang pastor bonus yang senantiasa sabar, baik hati, rela berkorban, terbuka dan senantiasa memelihara relasi personal dengan Allah. Gembala yang baik itu mengenal domba-domba, mampu memanggil umatnya dengan namanya dan suaranya didengar. Artinya, ia dekat, mau mendekatkan diri, lebih-lebih secara personal.
( Fr. Berly Dianimo)
“Sesungguhnya, Akulah pintu kepada domba-domba itu” (Yoh:10:7)
Marilah berdoa:
“ Tuhan jadikanlah aku pembawa keselamatan”











