“Membangun Hubungan dengan Tuhan”: Renungan, Kamis 7 Mei 2020

0
4822

Hari Biasa Pekan IV Paskah (P)

Kis 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21,22,25,27; Yoh 13:16-20

Di tengah kehidupan ini, pastilah ada yang pernah menjalin hubungan erat. Hubungan erat ini bisa dialami baik dengan anggota keluarga, sahabat, atau siapa saja. Bahkan dengan seseorang yang spesial dalam hidupnya. Hubungan ini biasa disebut relasi antar pasangan, mulai dari pacaran, tunangan, dan perkawinan. Hubungan erat yang terjalin ini diikat oleh faktor yang mendatangkan sukacita dan kegembiraan bagi kedua belah pihak. Salah satu faktor utamanya adalah tidak boleh saling mengingkari demi kepentingan diri sendiri. Sikap untuk selalu jujur dan terbuka satu sama lain. Supaya keduanya tetap bersama-sama baik dalam situasi suka maupun duka.

Dalam Injil, Yesus memberi penegasan bahwa seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. Maka adalah suatu kebahagiaan bila orang memahami maksud tersebut dan melakukannya. Hal ini mengibaratkan hubungan yang akrab antara Yesus sebagai utusan dengan Bapa yang telah mengutus-Nya. Ungkapan Yesus semacam ini guna mengingatkan para murid supaya mencermati dengan baik bahwasannya Allahlah yang tertinggi dari segalanya. Dia mengutus Putra tunggal-Nya sebagai bentuk kehadiran nyata Allah yang mau tinggal dekat. Allah yang mau berelasi akrab dengan manusia. Allah yang mau datang untuk menyelamatkan.

Maka, pengabdian para murid  harus berkembang serupa dengan pengabdian Kristus sendiri. Hal ini berguna supaya orang yang menerima pewartaan para murid mengenal dan menerima Yesus sebagai utusan Bapa, Juruselamat dunia. Karena itu, sebagai orang beriman yang percaya kepada Kristus, marilah kita membangun hubungan yang lebih erat dengan Dia. Menerima Yesus dengan segala keberadaan bahkan keterbatasan kita, tidak membuat kita merasa hina. Melainkan justru membuat kita merasa lebih berharga di mata-Nya. Caranya dengan berupaya membangun hidup rohani yang berkualitas, berani melayani sesama, terutama berani berbuat sesuatu supaya Dia semakin diterima dan dikenal banyak orang.

(Fr. Benny Fasak)

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barang siapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku” (Yoh 13:20)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah dan tabahkanlah kami untuk selalu membangun dan menjaga hubungan yang erat dengan Dikau. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini