“Memahami Kebenaran”: Renungan, Rabu 13 Mei 2020

0
1841

Hari Biasa Pekan V Paskah (P)

Kis. 15:1-6; Mzm. 122:1-2,3-4a, 4b-5; Yoh. 15:1-8.

            Salah satu kesulitan manusia adalah tak mampu melihat dan melaksanakan kebenaran yang telah diketahuinya. Dengan demikian, cukup banyak manusia belum berani untuk bertindak sesuai kebenaran yang telah dipikirkannya. Lebih buruk lagi, ada yang malah bertindak atas dasar kejahatan demi memperoleh keuntungan pribadi.

            Dalam Injil hari ini, Yesus menegaskan bahwa diri-Nya adalah pokok anggur yang benar. Penegasan ini dimaksudkan agar manusia dapat mengenal diri Yesus sebagai pokok keselamatan yang sejati. Yesus mengetahui dengan baik, kalau manusia yang tak pernah terlepas dari salah dari dosa, selalu melakukan kejahatan di hadapan Tuhan. Maka Yesus hadir sebagai pokok kebenaran untuk menyadarkan banyak orang akan kebenaran sejati.

Diri manusia diibaratkan sebagai ranting-ranting yang tak dapat berbuah, jika tidak tinggal dalam diri Yesus. Ciri khas manusia ada pada ranting-ranting kering yang tak dapat berbuah. Ranting kering menandakan bahwa manusia tak luput dari dosa. Dosa inilah yang menjauhkan kita dari kebenaran yang sejati

Akan tetapi, Yesus yang merupakan kebenaran sejati itu senantiasa membimbing kita dalam melewati godaan dosa. Barangsiapa menyandarkan diri pada-Nya akan memperoleh kehidupan kekal. Itulah yang dijanjikan Yesus sendiri. Dan hal ini hanya dapat terjadi jika kita menjadi buah bagi orang lain. Ranting kering tadi harus menghasilkan buah berupa kebaikan. Hal ini bisa saja terjadi hanya jika kita memahami kehendak-Nya sendiri yakni lewat akal budi

Tetapi akal budi itu tidaklah cukup untuk memperoleh kebenaran serta kehidupan kekal, bahkan kebaikan bagi banyak orang. Yang perlu ditambahkan dan terpenting ialah iman kepada-Nya. Jika kita beriman dengan sungguh kepada Tuhan maka kebenaran itu akan diberikan-Nya. Dengan iman pada Yesus, pikiran kita akan terdorong untuk memahami kehendak Allah Bapa. Maka selanjutnya kita akan dikuatkan untuk bertindak sesuai iman dan pemahaman itu. Buah dari tindakan itulah sukacita di hadapan Allah, yang dirasakan pula sesama di sekitar kita. Oleh sebab itu, kita perlu meningkatkan iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Bagaimana caranya? Caranya ialah rajinlah berkomunikasi dengan Dia dalam doa-doa dan dalam Misa Kudus.  

                                                                                                  (Fr. Phedy Huklubuk)

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” (Yoh. 15:7).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Yesus, bantulah Aku untuk semakin beriman kepada-Mu. Kuatkanlah aku untuk mampu melawan pikiran jahat yang akan memisahkan aku dari kasih-Mu. Terpujilah Engkau Tuhan dan Allahku, kini dan sepanjang masa. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini