Pesta St. Matias, Rasul (M)
Kis.1:15-17.20-26; Mzm. 113:1-2.3-4.5-6.7-8; Yoh. 15:9-17.
Bacaan pertama mengisahkan tentang pemilihan seorang rasul. Dasar pemilihan ini ialah untuk menggantikan Yudas yang mengkhianati Yesus. Petrus mengambil inisiatif untuk mengadakan pemilihan. Ada dua nama yang diusulkan, yakni Yusuf yang disebut Barsabas atau juga Yustus, dan Matias. Mereka berdoa kepada Tuhan dan yang terpilih melalui undian ialah Matias.
Kisah ini hendak mengajar kita tentang siapa yang sebenarnya layak untuk menjadi murid Kristus. Murid Yesus yang sejati ialah mereka yang selalu bersama dengan Dia hingga akhir hidup-Nya dan mereka yang siap untuk menjadi saksi-Nya bagi orang lain. Sehingga, setelah membuang undi, Matias yang merupakan pribadi yang setia, tekun dan bersemangat pun dipilih.
Bertolak dari hal itu, dalam Injil hari ini, Yesus memberi perintah untuk saling mengasihi, dengan terlebih dahulu membuktikan kasih itu kepada semua orang. Ia rela menjadi sama seperti manusia dan turut mengalami berbagai hal menyedihkan, seperti dihina, dibenci, disiksa, bahkan dibunuh dengan keji. Semuanya itu dilakukan-Nya untuk menebus dosa manusia. Sebab, manusia selalu dipandang-Nya sebagai sahabat dan bukan sebagai hamba atau pun budak. Sebagai sahabat, Ia rela mengorbankan nyawa-Nya untuk sahabat-Nya, karena tidak ada kasih yang lebih besar daripada pengorbanan nyawa seorang sahabat.
St. Matias Rasul yang kita peringati hari ini merupakan bukti dari kesetiaan layaknya seorang murid dan kasih yang diwariskannya dari Kristus yang telah menyelamatkan kita. Walaupun hanya merupakan rasul yang terpilih sebagai pengganti Yudas yang mengkhianati Yesus, ia sungguh menunjukkan arti dari sebuah kesetiaan. Dengan kesetiaan dan kasihnya kepada sesama ia rela diutus ke mana saja. Bahkan ia pun harus mati sebagai seorang martir, setelah disiksa dan dibunuh dengan pedang.
Lalu pertanyaannya bagi kita, apakah kita sendiri sudah menjadi murid yang setia dan mampu mengasihi sesama kita? Jika belum, ingatlah pesan Yesus dalam bacaan Injil. Ia memilih kita untuk saling mengasihi bukan hanya dengan kata-kata semata, melainkan dengan tindakan yang nyata. Selain itu, ingatlah pula akan kesetiaan dan kasih Santo Matias Rasul yang kita peringati hari ini.
(Fr. Giovanny Diamanti)
“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu” (Yoh. 15:16a).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan Yesus, kuatkanlah kami agar mampu menjadi pewarta cinta kasih-Mu. Amin.











