Hari Biasa Pekan III Paskah (P)
Kis. 6:8-15; Mzm. 119:23-24,26-27,2930; Yoh. 6:22-29
Saudara terkasih, Yesus adalah tokoh yang menyita perhatian banyak orang karena ajaran-ajaran dan tindakan-tindakan-Nya. Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang menjadi sorotan banyak orang. Orang banyak yang mengikuti Dia, seketika mencari-cari Yesus yang tidak bersama murid-murid-Nya. Mereka mencari Yesus bukan karena mengerti apa yang diajarkan-Nya. Melainkan karena tindakan Yesus yang bagi banyak orang, mendatangkan kesejahteraan jasmani.
Salah satu tindakan Yesus yang luar biasa adalah menggandakan roti dan banyak orang makan hingga kenyang. Mereka yang mengalami peristiwa ini merasa kagum kepada Yesus. Karena peristiwa ini, mereka berusaha untuk mengikuti Yesus kemanapun Ia pergi. Mereka mengharapakan supaya Yesus membantu kehidupan mereka. Namun Yesus menegetahui motivasi mereka mengikuti-Nya.
Orang banyak yang mencari dan mengikutinya belum mengerti akan tanda-tanda yang mereka lihat. Yesus menuntun pikiran mereka ke arah yang benar. Yesus menegaskan bahwa makanan jasmani memang penting, namun yang lebih penting adalah makanan rohani yang tidak dapat binasa. Yesus mengajak mereka untuk mengejar makanan kekal bukan makanan yang binasa. Yesus adalah makanan kekal dan setiap orang yang menyantap-Nya tidak akan lapar melainkan memperoleh keselamatan yang kekal. Dialah roti hidup yang turun dari surga. Barangsiapa yang percaya kepada-Nya akan memperoleh kehidupan yang kekal.
Sebagai manusia, kita juga tentu membutuhkan makanan dan berbagai hal jasmani yang berguna bagi hidup kita. Namun, sebagai orang beriman, kita dituntut untuk dapat menjadi orang yang bukan hanya mencari kesenangan duniawi. Seperti yang Yesus harapkan, hendaklah kita selalu mau untuk mencari dan menemukan Yesus dalam hidup kita. Melalui Ekaristi, kita dapat menemukkan Dia Sang Roti kehidupan itu.
Mengarahkan orang lain kepada pemikiran yang benar adalah salah satu tugas kita sebagai orang kristani yang beriman akan Allah. Selain itu, sebagai orang Kristiani, kita dapat bersatu dengan Allah kalau kita percaya kepada Yesus Putra-Nya, yang telah diutus ke dunia untuk menyelamatkan dosa umat manusia. Yesus datang menjumpai, mengajar, menuntun supaya kita berjalanan dengan selamat sampai ke rumah Bapa. Semoga kita senantiasa percaya kepada Yesus yang diutus Allah Bapa untuk menyelamatkan hidup kita.
(Fr. Natalio Kawarnidi)
“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal” (Yoh. 6:27)
Marilah berdoa:
Tuhan Yesus Kristus Engkaulah roti hidup. Semoga aku selalu menghidupi dan menghidupkan Ekaristi di dalam diriku. Amin











