“Pilihan yang Menyelamatkan”: Renungan, Kamis 23 April 2020

0
2391

Hari Biasa pekan II Paskah

Kis. 5:27-33 Mzm. 34:2,9,17, 18,19-20; Yoh. 3:31-36

Dalam hidup, sudah barang tentu kita senantiasa dihadapkan dengan begitu banyak pilihan. Mulai dari bangun pagi, kita sudah dihadapakan dengan pilihan bangun atau kembali melanjutkan tidur yang enak. Intinya, pilihan senantiasa hadir dalam saat mana pun dan kapanpun.

Penginjil Yohanes menampilkan kisah tentang Yohanes Pembaptis. Kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus memberi pesan bagi kita, bahwa Dia yang datang dari surga dan turun ke dunia untuk berkata-kata dan memberikan perutusan kepada para murid-Nya untuk mewartakan kabar gembira kepada umat-Nya. “Sebab siapa yang diutus Allah , Dia-lah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas (Yoh. 3:34).” Untuk itu Allah memberikan pilihan iman kepada semua orang, sehingga dapat menyampaikan firman Allah kepada siapa saja yang dijumpai.

Hal yang sama dilakukan oleh para rasul. Dalam Kisah Para Rasul dilukiskan bagaimana para rasul mempertahakan ajaran iman mereka, dengan mewartakan kepada mereka yang berada di Yerusalem. Walaupun mereka dilarang keras oleh Mahkamah Agama untuk tidak boleh mengajar dalam Nama Yesus. Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu  bunuh (Kis. 5:29-30)”.Para rasul dengan berani memilih untuk mewartakan Dia yang bangkit itu. Mereka tidak peduli apapun yang akan terjadi. Walaupun mereka ditolak, mereka tetap berpegang teguh pada pilihan kepercayaan mereka yakni Yesus yang wafat dan telah bangkit.Mereka percaya Allah selalu  melindungi dan selalu ada dimana pun dan kapan pun.

Dalam kehidupan ini kita selalu takut dan tidak berani mengambil resiko. Dengan pilihan percaya akan Yesus, maka tugas kita adalah mewartakan injil kepada semua orang. Kita harus siap untuk diubah dan berubah (keluar dari zona nyaman). Taat kepada Allah, karena kuasa Allah selalu tercurah dalam diri kita. Sama Seperti para rasul yang tak henti menyampaikan sabda Injil senantiasa taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Mereka mempunyai keberanian untuk berkarya bagi Allah. Marilah belajar dari keberanian para rasul untuk taat kepada perintah Allah, dan semoga di Paskah ini, hidup kita semakin bermakna dan semakin menjadi pribadi-pribadi yang taat melaksanakan sabda Tuhan.

(Fr. Fidelis Solilit)

Sebab siapa yang diutus Allah , Dia-lah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.” (Yoh. 3:34)

Marilah berdoa:

Ya Allah ajarlah kami untuk berani dan taat melaksanakan sabda-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini