“Perutusan” : Renungan, Sabtu 18 April 2020

0
2830

Sabtu dalam Oktaf Paskah (P)

Kis. 4 : 13-21; Mzm 118 : 1, 14-15, 16ab-18, 19-21; Mrk. 16 : 9-15.

Setiap orang beriman mengemban tugas perutusan dalam dirinya. Menjadi orang yang diutus Allah berarti siap untuk menghadapi segala sesuatu seperti tantangan, halangan, ataupun rintangan. Semua ini pasti akan dilaluinya dalam menjalankan tugas perutusannya, sehingga tidaklah mudah untuk menjadi utusan Allah yang berkarya di dunia.

Injil hari ini berbicara tentang Yesus yang bangkit dan menampakan diri serta memberi pengutusan bagi para murid-Nya. Yesus menampakan diri-Nya dengan kata lain untuk membangkitkan lagi semangat para pengikut-Nya agar dapat melanjutkan karya perutusan mereka. Akan tetapi, dalam prosesnya ada hal di mana para murid tidak percaya dengan berita tersebut. Ketidakpercayaan para murid ini yang membuat Yesus harus menampakan diri-Nya ke tengah-tengah mereka. Kita kadangkala berlaku demikian, yang mana kepercayaan muncul ketika ada bukti. Dengan demikian, apalah guna iman yang ada pada diri setiap orang.

Nah, berkaitan dengan menjadi utusan Tuhan, apakah kita telah siap untuk setia kepada-Nya dan terus mewartakan karya-Nya ke banyak orang? Mungkin hanya beberapa yang mau menjawab ya. Hal ini karena semakin banyak tantangan yang dihadapi. Maka salah satu hal yang harus ada dalam diri adalah sikap percaya bahwa Tuhan selalu menyertai kita.

Sikap percaya ditunjukkan oleh Petrus dan Yohanes yang dengan berani berbicara pada banyak orang dalam nama Yesus. Kemudian mereka dengan berani pula mengatakan bahwa mereka taat kepada Allah ketika diperintahkan untuk tidak lagi berbicara dalam nama Yesus. Sikap inilah yang seharusnya kita ikuti sebagai pengikut Kristus. Kita semestinya dengan berani untuk menlanjutkan karya Yesus kepada banyak orang. Tentu ada banyak hal yang akan menghalangi kita sebagai utusan Allah yang membawa kabar sukacita (Injil) kepada banyak orang. Namun, semua itu akan terlewati asal kita ada keberanian dan juga percaya. Maka, hendaklah kita sebagai utusan Allah menaruh keberanian dalam diri kita dan percaya kepada-Nya.

(Fr. Ferdinan Ogi)

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk. 4 : 15b).

Marilah berdoa :

Ya Tuhan, buatlah kami semakin berani dalam melanjutkan karya-Mu serta selalu setia dan percaya kepada-Mu, akan kasih-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini