Selasa dalam Oktaf Paskah (P)
Kis. 2:36-41; Mzm. 33:4-5, 18-19, 20, 22; Yoh. 20:11-18.
Pengalaman semasa sekolah menjadi kesempatan yang begitu berharga, sulit untuk dilupakan. Di sanalah orang mengalami pelbagai pengalaman dengan teman-teman. Pada tahap inilah orang sudah mulai mengenal sikap sendiri mau pun sikap orang lain yang berada di sekitar. Pengalaman bersama teman-teman sekolah itu berakhir tatkala setiap orang pergi untuk mengejar cita-cita. Namun perpisahan itu bukan menjadi penghalang untuk berjumpa kembali. Salah satu cara yang dilakukan adalah acara reuni yang membuat setiap orang mengingat kembali peristiwa yang telah terjadi sebelumnya.
Bacaan Injil melukiskan tentang bagaimana pengalaman kesedihan dan kebahagiaan yang dialami oleh Maria Magdalena pada saat Yesus menampakkan diri kepadanya. Ia merasa sedih karena kehilangan Yesus. Ia juga merasa bahagia, karena mengalami perjumpaan iman. Ketika bersama dengan Yesus, ia begitu mengenal Yesus. Namun, ketika Yesus bangkit, Maria Magdalena justru tidak mengenal Yesus.
Maria Magdalena mengenal-Nya, ketika Yesus menyebut namanya. Sapaan Yesus kepada Maria Magdalena membawakan semangat dan hidup baru. Selain itu, sapaan kepadanya meneguhkan kembali iman, memperkuat harapan dan memurnikan kasihnya. Yesus menyuruhnya untuk pergi dan berkata kepada para murid bahwa Ia akan pergi kepada Bapa-Nya dan Bapa semua orang. Keteguhan iman inilah yang membuat dirinya untuk menjadi saksi pewarta kebangkitan Yesus dengan perkataan “Aku telah melihat Tuhan”.
Dalam kehidupan setiap hari terkadang semua orang mengalami hal yang demikian. Setiap orang bisa saja tidak mengenal sesama pada saat berjumpa. Namun itulah yang menunjukkan bagaimana manusia itu terbatas dalam segala hal. Hari ini kita belajar dari sikap Maria Magdalena terhadap Yesus. Sikap Maria Magdalena menunjukkan kasih yang tulus kepada Tuhan. Tuhan sendiri tidak pernah melupakan anak-anak-Nya.
Mengasihi Tuhan bukanlah kata-kata belaka, namun membutuhkan ketulusan dan totalitas yang berasal dari dalam diri. Hal itu nampak dalam pengalaman hidup, secara khusus dalam penderitaan dan kesulitan. Kesetiaan mengasihi Tuhan dalam penderitaan akan mendapatkan balasan dari Tuhan. Marilah membuka pintu hati yang tertutup dan menjadi pewarta kebangkitan Yesus yang telah menyelamatkan manusia dari dosa.
(Fr.Mario Rumsory)
“Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid :Aku telah melihat Tuhan! dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya” (Yoh. 20:18).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, Engkau mengetahui betapa aku mengasihi dan mencintai-Mu. Semoga dengan berkat-Mu kasih dan cintaku disempurnakan, iman dan harapan diteguhkan dalam mewartakan karya keselamatan-Mu ke seluruh dunia. Amin.











