Hari Biasa Pekan III Paskah (P)
Kis. 9:1-20; Mzm. 117:1,2; Yoh. 6:52-59
Setiap manusia mendambakan kehidupan kekal. Hidup kekal menjadi tujuan dari peziarahan hidup setiap orang beriman. Tetapi apa hidup kekal itu? Hidup kekal dalam injil Yohanes berarti keselamatan yang berupa kesatuan dengan Allah, satu-satunya sumber hidup. Ekaristi memberi kemungkinan dan jalan bagi orang beriman untuk memperoleh hidup kekal. Kebenaran Ekaristi ini membuat orang banyak mulai bertengkar karena tidak mengerti bagaimana Yesus dapat memberi mereka daging untuk dimakan. Yesus menjawab pertanyaan itu dengan mengulangi tiga hal.
Pertama, Daging dan Darah Yesus memberikan kehidupan kekal bagi mereka yang mengambil bagian dariNya. Kedua, makan Daging dan minum DarahNya membuat kita bersekutu dengan Dia. Yesus tetap di dalam kita dan kita dalam Yesus. Persekutuan ini meningkatkan dan membarui anugerah kehidupan yang diterima dari pembaptisan. Ketiga, Yesus mampu memberi kehidupan kekal karena dia telah menerima hidup dari Bapa.
Melalui Ekaristi kita dipersatukan dengan Kristus dalam dalam satu tubuh, yakni Gereja. Dalam Komuni, Ekaristi membaharui, memperkuat dan memperdalam penyatuan ini ke dalam Gereja yang sudah dicapai melalui baptisan. Kebenaran ini tersirat dalam pertanyaan Yesus kepada Saulus “Mengapa kamu menganiaya Aku?” dan bukan bertanya “mengapa kamu menganiaya pengikut-pengikutKu?” Yesus menyatakan persekutuan yang misterius dan nyata antara tubuhNya sendiri dan tubuh kita. Saulus dipanggil untuk menjadi bagian dari tubuh itu.
Saulus alat yang dipilih Allah dan akan membawa nama Tuhan kepada bangsa-bangsa lain dan kepada anak-anak Israel. Dengan pembaptisannya Saulus (Paulus) bergabung dalam penderitaan, kematian dan kebangkitan Kristus. Ia akan menderita karena nama Yesus dan dilempari dengan batu, dipukuli serta dipenjarakan karena Injil. Dia bertemu dengan Kristus yang bangkit dan berbagi dalam kebangkitan Kristus. Saulus yang dahulu pergi ke sinagoga-sinagoga menganiaya Tubuh Kristus, sekarang ia beralih dari sinagoga ke sinagoga membangun tubuh Tuhan. Demikianpun hidup kita sebagai tanda kehadiran Kristus juga dapat diberikan bagi sesama.
(Fr. Frederick Ze)
“Barang siapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia akan mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman” (Yoh. 6:56)
Marilah berdoa:
Tuhan Yesus Kristus, sebagaimana Paulus menjadi alat pilihan-Mu untuk mewartakan Sabda-Mu, perkenankanlah Aku juga menjadi alat pewarta cinta kasih-Mu. Amin.











