“Dengar dan Laksanakan” : Renungan, Jumat 17 April 2020

0
3766

Hari Jumat Dalam Oktaf Paskah (P)

Kis. 4:1-12; Mzm. 118:1-2,4,22-24,25-27; Yoh. 21:1-14

Keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan (Kis. 4:12).

Peristiwa kebangkitan Yesus adalah suatu momen yang sangat luar biasa yang terjadi dalam kehidupan para murid. Mengapa dikatakan demikian? Karena sebelum Yesus menampakkan diri kepada para murid, mereka bingung dan ketakutan. Mereka tidak tahu lagi mau pergi mencari siapa. Yesus yang adalah Guru mereka telah mati di atas kayu salib. Mereka merasa ditinggalkan. Kebingungan dan ketakutan yang para murid alami membuat mereka berkumpul dan bersembunyi di satu tempat.

Namun ketakutan dan kebingungan para murid tidak bertahan lama. Ketika Yesus mulai menampakkan diri-Nya kepada para murid. Dalam injil Yohanes pasal 21 dikisahkan tentang yang menampakkan diri-Nya kembali di danau Tiberias. Penampakan Yesus ini merupakan penampakkan-Nya untuk ketiga kali sesudah Ia bangkit dari antara orang mati. Setelah Ia menampakkan diri yang pertama kepada Maria Magdalena dan para murid yang sementara berkumpul (Yoh. 20:11-23). Dan penampakan kedua, Yesus menampakkan diri pada Thomas (Yoh. 20:24-29).

Penampakkan Yesus yang pertama, kedua dan yang ketiga mau menegaskan suatu hal yang begitu bermakna bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan para murid-Nya. Yesus senantiasa menyertai mereka di mana pun mereka berada. Yesus mengasihi para murid-Nya. Sikap Yesus di danau Tiberias tampak sangat jelas memperlihatkan bahwa Ia maha pengasih. Dia yang adalah maha pengasih senantiasa menolong orang yang mendengarkan Dia. Sikap Yesus itu pun direspon baik oleh para murid. Mereka mau mendengarkan dan melakukan apa yang disampaikan Yesus kepada mereka.

Orang Kristiani pun diharapkan bisa menjadi seperti para murid Yesus. Mau mendengarkan dan melaksanakan apa kehendak Tuhan. Jangan pernah merasa diri ditinggalkan ketika mendapat masalah dan tantangan. Hal itu akan membutakan mata hati untuk melihat kebaikan Tuhan. Dia adalah sumber solusi yang terbaik karena Ia setia dan selalu siap menolong setiap mereka yang bersandar pada-Nya. Hal itu harus dibarengi dengan sikap percaya dan mau mendengarkan Sabda-Nya. Marilah membuka mata hati untuk melihat kebaikan-kebaikan Tuhan dalam setiap waktu kehidupan.

(Fr. Michael Mefri Kewo)

“Yesus adalah batu yang batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan-yaitu kamu sendiri (Kis. 4:11)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan teguhkanlah hati kami untuk senantiasa percaya dan melaksanakan kehenda-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini