“Roh yang Menghidupkan”: Renungan, Minggu 29 Maret 2020

0
2486

Hari Minggu Prapaskah V (U)

Yeh. 37:12-14; Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8; Rm. 8:8-11; Yoh. 11:1-45 (panjang) atau Yoh. 11:3-7,17,20-27,33b-45 (pendek). 

Saudara-saudariku yang terkasih, kita semua akan sampai pada apa yang namanya kematian. Setiap orang akan ada saatnya, akan tiba waktunya ia kembali kepada Sang Pencipta. Namun demikian kematian adalah sesuatu yang misterius, yang tidak dapat diperhitungkan manusia. Banyak orang bergumul untuk menghadapinya. Tetapi di dalam Tuhan Kristus Yesus kita punya kesempatan untuk membuat hidup kita semakin berarti.

Bacaan-bacaan yang kita renungkan pada pekan terakhir Masa Prapaskah mau menghantar kita semua melihat nilai-nilai kehidupan yang penuh makna. Dalam bacaan yang pertama nabi Yeheszkiel mewartakan bahwa dengan Roh-Nya, Tuhan akan membangkitkan orang-orang mati dan setiap orang akan tahu bahwa Dia-lah Allah Sang Pemberi Kehidupan. Sehingga orang-orang bersukacita, memuji dan mengabdi kepada Dia.

Demikian pula hal yang sama disampaikan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma bahwa Roh Tuhan, Roh Allah yang membangkitkan Kristus dari antara orang-orang mati adalah Roh yang sama.

Paulus mau mengajak kita semua, sebagai umat yang diurapi oleh Roh Tuhan, untuk hidup seturut dengan Roh Allah itu. Janganlah kita hidup menurut keinginan daging karena hanya akan memuaskan tabiat manusia pendosa. Sebaliknya, kita hidup dalam Roh, itu berarti kita mencari dan tunduk pada bimbingan Roh serta memusatkan hidup pada hal-hal yang datang  dari Allah. Barangsiapa mencintai hal-hal yang datang dari Allah ia mencari kehidupan kekal.

Saudara-saudariku yang terkasih. Roh yang membangkitkan hidup bangsa Israel, Roh yang mengurapi umat Allah sehingga hidup dalam keinginan Roh, dan Roh yang membangkitkan Kristus Yesus menegaskan bahwa Allah-lah yang Mahakuasa Sang Pemberi hidup.

Injil hari ini, yang bercerita tentang Lazarus yang dibangkitkan oleh Yesus, menegaskan kepada kita semua bahwa Yesus berkuasa untuk memberikan kehidupan kekal. Yesus mampu melaksanakannya karena Dia adalah Putra Allah, yang datang mewartakan kabar baik bagi semua orang dan yang akan membawa semua orang kepada kehidupan yang kekal.

Maka, marilah saudara-saudariku yang terkasih, pada pekan prapaskah terakhir ini, kita bersama-sama menyadari betapa Tuhan mencintai kita semua. Dia akan menyelmatkan jiwa-jiwa orang yang berkenan dan yang mengindahkan perintah-perintah-Nya. Yesus bersabda kepada kita, “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.”

(Fr. Stenly Ambun)

“Akulah kebangkitan dan hidup” (Yoh. 11:25).

Marilah berdoa:

Tuhan, semoga jiwaku bermegah karena Roh-Mu dalam diriku. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini