“Pengenalan Berbuah Kepercayaan”: Renungan, Sabtu 28 Maret 2020

0
1698

Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (U)

Yer. 11:18-20; Mzm. 7:2-3, 9bc-10, 11-12; Yoh. 7:40-53.

Ada pepatah yang berbunyi: Tidak Dikenal Maka Tidak Disayang. Rasa cinta muncul dari hati orang, karena adanya pengenalan, rasa solider, perhatian dan berbagi. Semua itu diperoleh dari pengenalan. Kenal secara baik tentang orang lain akan membawa dampak positif dalam relasi dengan orang lain.

Bacaan Injil hari ini menceritakan pertentangan tentang siapakah Yesus itu? Pertentangan ini ditimbulkan karena kurangnya pengenalan orang Farisi dan Ahli Taurat tentang Yesus. Mereka tidak mengenal dan mengetahui asal usul Yesus. Pengenalan orang Farisi dan Ahli Tauratlah yang keliru. Mereka tidak mau mengakui Yesus sebagai Mesias.  Padahal sudah jelas-jelas bahwa Yesus adalah Mesias. Hal itu dikarenakan mereka telah dikuasai oleh emosi karena melihat perbuatan-perbuatan ajaib yang dipandang melawan Tuhan.

Nikodemus seorang pemimpin agama Yahudi sudah mengenal Yesus. Ia  membela perkara yang terjadi. Tetapi, ia pun disingkirkan oleh orang-orang Farisi dan Ahli Taurat. Mereka sudah dibutakan dengan emosi dan iri hati karena melihat perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan oleh Yesus. Nabi Yesaya pernah berkata bahwa “Dialah Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”.

Saudara terkasih, mengenal Yesus adalah hal yang sangat penting. Pengenalan akan Yesus menghantar kita pada pengenalan akan Sabda Tuhan. Pengenalan akan Sabda Tuhan menghantar kita pada keselamatan. Ia akan mengadili kita pada akhir zaman. Sebagaimana ditegaskan oleh Nabi Yeremia dalam bacaan pertama bahwa “Tuhan semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati”. Oleh karena itu, keselamatan hanya ada dalam tangan kasih-Nya. Asalkan, kita melaksanakan apa yang dikehendaki Allah.  Semua yang dikehendaki Allah sudah dilakukan oleh Yesus. Untuk itulah, sosok Yesus menjadi model dalam melaksanakan kehendak Allah.

(Fr. Andris Yosua Sumigar)

“Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (Yoh. 7:38).

Marilah Berdoa:

Ya Bapa, bukalah mata hati kami agar mampu melihat apa yang Engkau kehendaki dalam diri Yesus Putera-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini