Hari Biasa Pekan V Prapaska (U)
Dan. 13:1-9, 15-17,19-30,33-62 (Panjang) atau Dan. 13:41c-62 (Pendek); Mzm. 231-3a,3b-4,5,6; Yoh. 8:1-11.
“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah dia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita umat manusia untuk tidak menjadi orang yang hanya tahu melihat kesalahan orang lain. Karena kita manusia harus sadar bahwa kita juga sering berbuat yang tidak baik di hadapan Tuhan.
Memang hal ini menjadi habitus atau kebiasaan manusia pada zaman sekarang. Maka dari itu, bacaan hari ini membantu kita untuk berefleksi apakah selama ini perilaku kita masih sama dengan para ahli-ahli Taurat yang hanya melihat kesalahan orang lain? Ataukah perilaku kita sudah berkenan di hadapan Allah?
Saudara-saudari, memang pada kenyataannya manusia adalah makhluk sosial yang tidak pernah lepas dari yang namanya dosa. Namun kita harus sadar bahwa dari keberdosaan kita itu, kita harus berbenah diri agar kita menjadi manusia yang tidak hanya melihat kesalahan orang lain.
Dalam Injil hari ini Yesus diperhadapkan dengan sebuah permasalahan. Para ahli-ahli Taurat membawa seorang perempuan yang kedapatan berzinah. Kemudian para ahli-ahli Taurat mengajukan pertanyaan kepda Yesus : « Musa dalam hokum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu? »
Pertanyaan yang diajukan oleh ahli-ahli Taurat ini bertujuan untuk mencobai Yesus agar mereka dapat mempersalahkan Yesus. Namun Yesus tidak serta merta langsung menghakimi perempuan itu. Ia hanya berkata : « Barangsiapa diantara kamu yang tidak berdosa hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ini ».
Namun saat mendengarkan perkataan itu, para ahli Taurat tidak lagi banyak bicara. Mereka sadar bahwa mereka juga adalah orang yang berdosa. Sehingga mereka pergi satu persatu meninggalkan perempuan itu.
Maka umat yang terkasih, mari kita berprilaku dan bertindak dalam kehidupan kita setiap hari sama sepeti Yesus. Ia tidak mau menghakimi. Sebaliknya Ia mengambil jalan yang terbaik untuk orang lain, yaitu mengampuni dan membuka jalan hidup baru.
(Fr. Sardianus Salambai)
Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (Yoh. 8 :11).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, berikanlah saya kesadaran untuk tidak menghakimi orang lain. Amin











